Foto : Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, S.S.
MALANG – Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, S.S., menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan mahasiswa dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang berbasis riset. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam Simposium Nasional dan Musyawarah Wilayah I Kesatuan Mahasiswa Teknik Industri (KMTI) Wilayah V Jawa Timur yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Islam Malang (Unisma), Rabu (24/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung B Lantai 7 Universitas Islam Malang sejak pukul 09.00 WIB itu mengusung tema “Sinergi Kebijakan dan Inovasi Keteknikan: Optimalisasi Infrastruktur Terpadu untuk Percepatan Kemandirian Energi dan Pembangunan Daerah.” Simposium menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk bertukar gagasan mengenai pembangunan infrastruktur dan energi yang berkelanjutan.
Selain menghadirkan Ketua DPRD Kota Malang sebagai keynote speaker, forum tersebut juga menghadirkan akademisi Ir. Dr. Ena Marlina, S.T., M.T. sebagai narasumber.
Dalam paparannya yang berjudul “Kota Malang Menuju Kota Metropolitan dan Berkelanjutan,” Amithya mengulas berbagai tantangan pembangunan infrastruktur di Kota Malang di tengah pesatnya urbanisasi dan perkembangan teknologi digital. Menurutnya, DPRD memiliki peran strategis dalam memastikan setiap kebijakan pembangunan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan kota secara berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan pembangunan harus disusun berdasarkan kajian ilmiah yang komprehensif. Menurutnya, sinergi antara akademisi dan praktisi menjadi kunci dalam menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran.
“Sinergi antara akademisi dan praktisi merupakan langkah penting dalam menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran. Setiap keputusan pembangunan idealnya didukung oleh data, kajian ilmiah, dan hasil riset yang komprehensif demi kemajuan Kota Malang di masa mendatang,” ujar Amithya.
Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Dalam sesi diskusi, mahasiswa menyampaikan berbagai aspirasi dan pertanyaan, mulai dari penataan jaringan kabel utilitas yang dinilai mengganggu estetika dan keamanan kota hingga pentingnya memperkuat kolaborasi riset antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
Kehadiran Ketua DPRD Kota Malang dalam forum akademik ini menjadi wujud komitmen legislatif untuk terus membuka ruang dialog dengan kalangan kampus. Mahasiswa dipandang bukan sekadar peserta diskusi, melainkan mitra strategis dalam memberikan masukan dan solusi bagi penyusunan kebijakan publik.
Melalui Simposium Nasional KMTI Wilayah V Jawa Timur ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih konkret antara DPRD Kota Malang, perguruan tinggi, dan komunitas mahasiswa teknik dalam mendorong inovasi infrastruktur, mempercepat kemandirian energi daerah, serta mewujudkan Kota Malang sebagai kota metropolitan yang modern, inklusif, dan berkelanjutan. (XL)
