LKKNU Banyuwangi Hadiri Kunjungan Wakil Presiden RI ke Ponpes Ibnu Sina, Perkuat Sinergi Bangun SDM Berkualitas

Banyuwangi, Actanews.id – Pengurus Cabang Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (PC LKKNU) Kabupaten Banyuwangi turut menghadiri kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia ke Pondok Pesantren Ibnu Sina, Kecamatan Genteng, Jumat (10/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pesantren, dan organisasi kemasyarakatan Islam dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

Sejumlah pejabat penting hadir dalam agenda tersebut, di antaranya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Pangdam V/Brawijaya, Kapolda Jawa Timur, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat.

PC LKKNU Banyuwangi diwakili langsung oleh Ketua Dalilatus Saadah, didampingi Dewan Pakar H. Syafaat, S.H., M.H.I., pengurus Farida, serta jajaran pengurus lainnya. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen LKKNU dalam mendukung penguatan peran pesantren sebagai pusat pendidikan, pembinaan karakter, sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Presiden bersama rombongan meninjau berbagai fasilitas Pondok Pesantren Ibnu Sina dan berdialog dengan para pengasuh serta santri. Dialog tersebut membahas peran strategis pesantren dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia, memiliki wawasan kebangsaan, serta siap menghadapi tantangan global.

Ketua PC LKKNU Banyuwangi, Dalilatus Saadah, mengatakan bahwa kunjungan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah merupakan bentuk nyata perhatian terhadap eksistensi pesantren sebagai mitra strategis dalam pembangunan bangsa.

“Sinergi yang terbangun melalui kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat berbagai program pemberdayaan keluarga dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Dewan Pakar PC LKKNU Banyuwangi, H. Syafaat, S.H., M.H.I., menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, Nahdlatul Ulama, dan lembaga pendidikan pesantren harus terus diperkuat demi mewujudkan masyarakat yang religius, harmonis, dan memiliki daya saing tinggi.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat. Kehadiran berbagai unsur pemerintah, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan diharapkan semakin mempererat kemitraan dalam mewujudkan kemaslahatan umat serta mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.