Kakanwil Ditjenpas Jatim Beri Pengarahan strategis Penerapan Tiga Kunci Pemasyarakatan Aman

BANYUWANGI – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur (Kakanwil Ditjenpas Jatim), Kusnali, memberikan pengarahan strategis kepada seluruh jajaran pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi, Senin (6/7). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya penerapan Tiga Kunci Pemasyarakatan Aman sebagai fondasi utama dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan integritas di lingkungan pemasyarakatan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Sahardjo Lapas Banyuwangi itu dihadiri jajaran pegawai Lapas Banyuwangi, Kepala Balai Pemasyarakatan (Kabapas) Jember, Kepala Lapas (Kalapas) Lumajang, serta pejabat struktural dan petugas pemasyarakatan.

Dalam arahannya, Kusnali menekankan bahwa keamanan dan ketertiban di dalam lapas merupakan tanggung jawab seluruh petugas. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan pemasyarakatan ditopang oleh tiga pilar utama yang harus dijalankan secara konsisten.

“Kunci pertama adalah menjaga kekompakan dan kebersamaan antarpetugas. Solidaritas dan komunikasi yang baik menjadi benteng utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan kondusif,” ujar Kusnali.

Ia menjelaskan, pilar kedua adalah memastikan seluruh hak warga binaan diberikan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Sementara pilar ketiga menitikberatkan pada profesionalisme setiap aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjunjung tinggi integritas.

Selain menekankan pentingnya penerapan Tiga Kunci Pemasyarakatan Aman, Kusnali juga mengingatkan seluruh petugas agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan, terutama peredaran gelap narkoba di dalam lapas.

“Tidak ada ruang bagi narkoba di lingkungan pemasyarakatan. Seluruh petugas harus menjadi garda terdepan dalam melakukan deteksi dini, pencegahan, dan menjaga marwah institusi dengan integritas tanpa kompromi,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kusnali juga mengingatkan pentingnya implementasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang selaras dengan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Menurutnya, seluruh jajaran pemasyarakatan harus memastikan program-program strategis tersebut berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata.

Menutup arahannya, Kusnali memberikan apresiasi atas berbagai capaian yang telah diraih Lapas Kelas IIA Banyuwangi. Ia menilai, berbagai program yang dijalankan menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pembinaan warga binaan sekaligus menjaga keamanan lapas.

“Kami mengapresiasi Lapas Banyuwangi yang berhasil menjalankan berbagai program aksi secara optimal, mulai dari pengembangan UMKM bagi warga binaan, dukungan terhadap program ketahanan pangan, hingga langkah tegas dalam pemberantasan peredaran handphone ilegal dan narkoba. Capaian ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan,” pungkasnya.