BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Pendidikan resmi meluncurkan Program Beasiswa Banyuwangi Progresif (B-Pro) sebagai langkah strategis memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) sesuai prioritas pembangunan daerah.
Program ini menjadi pengembangan dari Beasiswa Banyuwangi Cerdas, dengan cakupan yang lebih luas. Tidak hanya menyasar mahasiswa dari keluarga kurang mampu, B-Pro juga ditujukan bagi mahasiswa aktif hingga calon dokter spesialis yang akan mengabdi di Banyuwangi.

Kepala Bidang Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Lina Kamalin, M.Pd., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata daerah, khususnya di sektor kesehatan dan bidang strategis lainnya.
“Program Banyuwangi Progresif hadir dengan tiga skema beasiswa. Tidak hanya untuk keluarga kurang mampu, tetapi juga untuk mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan serta calon dokter spesialis yang nantinya akan mengabdi di Banyuwangi,” ujar Lina, Senin (29/6/2026).
Tiga Skema Beasiswa
Program B-Pro terdiri dari tiga kategori utama. Pertama, Beasiswa Afirmasi, yang ditujukan bagi calon mahasiswa baru maupun mahasiswa jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), khususnya dari keluarga prasejahtera, penyandang disabilitas, dan kelompok afirmasi lainnya.
Kedua, Beasiswa Studi Berkelanjutan, bagi mahasiswa asal Banyuwangi yang sedang menempuh pendidikan sarjana minimal semester tiga pada program studi prioritas daerah.
Ketiga, Beasiswa Pendidikan Dokter Spesialis, yang menjadi program unggulan untuk menjawab kebutuhan tenaga medis spesialis di Banyuwangi. Penerima beasiswa ini diwajibkan mengabdi di daerah setelah menyelesaikan pendidikan.
Fokus Cetak Tenaga Kesehatan
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa sektor kesehatan menjadi prioritas utama dalam program beasiswa ini, terutama untuk mencetak dokter spesialis yang masih dibutuhkan di daerah.
Program ini mencakup 12 bidang spesialis kedokteran, di antaranya jantung, saraf, urologi, THT, ortopedi dan traumatologi, penyakit dalam, kedokteran jiwa, mata, hingga spesialis bedah mulut dan maksilofasial.
Selain itu, beasiswa juga terbuka untuk bidang kesehatan lain seperti apoteker, ahli gizi, ahli sanitasi, bidan, dan perawat, yang akan diprioritaskan untuk penugasan di wilayah terluar Banyuwangi.
“Khusus tenaga kesehatan seperti bidan dan perawat, kami dorong agar bersedia mengabdi di wilayah yang masih membutuhkan layanan medis,” jelas Lina.
Dukung Bidang Strategis Daerah
Tidak hanya sektor kesehatan, program ini juga membuka peluang bagi mahasiswa di bidang lain yang mendukung pembangunan daerah, seperti teknologi pertanian, teknik dan infrastruktur, ekonomi kreatif dan pariwisata, pendidikan, serta ilmu sosial.
Seluruh penerima beasiswa nantinya diwajibkan mengabdi di Banyuwangi selama minimal dua kali masa penerimaan beasiswa ditambah satu tahun setelah lulus pendidikan.
Biaya Pendidikan Hingga Lulus
Beasiswa Banyuwangi Progresif mencakup berbagai komponen pembiayaan, mulai dari Uang Kuliah Tunggal (UKT), biaya hidup, buku, riset, hingga praktik lapangan. Bantuan diberikan sejak mahasiswa dinyatakan lolos seleksi hingga menyelesaikan pendidikan, dengan durasi maksimal semester 12 untuk kedokteran dan semester 8 untuk program studi lainnya.
Pendaftaran Dibuka Juli 2026
Program yang mulai disiapkan sejak Maret 2026 ini dijadwalkan membuka pendaftaran pada Juli 2026, mengikuti kalender akademik perguruan tinggi yang dimulai pada Agustus.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tidak menetapkan kuota tetap penerima beasiswa. Jumlah penerima akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah berdasarkan proposal dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang disetujui pemerintah daerah.
Dengan program ini, Pemkab Banyuwangi berharap dapat mempercepat pemerataan akses pendidikan tinggi sekaligus memastikan ketersediaan SDM unggul di sektor-sektor strategis daerah. (tim)
