BANYUWANGI – Universitas Airlangga (UNAIR) mempercepat pembangunan fasilitas baru Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) di Banyuwangi sebagai langkah penguatan kualitas pendidikan tinggi dan perluasan kontribusi di bidang kesehatan serta sains.
Fakultas yang menaungi empat program studi, yakni S1 Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Hewan, dan Aquakultur ini sebelumnya telah dirintis sejak 2014 melalui Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) UNAIR Banyuwangi, sebelum resmi bertransformasi menjadi FIKKIA pada 2023.
Percepatan pembangunan ini ditandai dengan penyerahan dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) dalam agenda penandatanganan kerja sama yang digelar pada Sabtu (4/7/2026). Dokumen tersebut menjadi dasar legalitas perencanaan pembangunan agar sesuai dengan tata ruang wilayah.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UNAIR Prof. Dr. Muhammad Madyan beserta jajaran, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, serta Wakil Bupati Mujiono.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik langkah pengembangan FIKKIA UNAIR. Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi di daerah bukan hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga motor penggerak pembangunan daerah.
“Kehadiran perguruan tinggi, termasuk FIKKIA Unair, bukan sekadar menambah institusi pendidikan di Banyuwangi, tetapi juga menjadi mesin pengungkit pembangunan daerah. Kami berharap dari kampus ini lahir dokter, tenaga kesehatan, ilmuwan, peneliti, dan inovator yang mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus memperkuat SDM Banyuwangi,” ujar Ipuk.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga identitas lokal dalam pembangunan fisik kampus, dengan menghadirkan unsur arsitektur khas Banyuwangi pada setiap gedung yang dibangun.
“Kami berharap setiap bangunan di Banyuwangi tetap menampilkan kekhasan arsitektur lokal, tanpa mengurangi kualitas fasilitas dan sarana prasarana pendidikan,” tambahnya.
Dari pihak UNAIR, Dekan FIKKIA, Dr. Rahadian Indarto Susilo, menyampaikan komitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di Banyuwangi. Ia menegaskan bahwa perkembangan program studi kedokteran menjadi salah satu tonggak penting sejak FIKKIA berdiri.
“Sejak hadir di Banyuwangi pada 2014, kualitas pendidikan di FIKKIA terus berkembang. Saat ini kami telah memiliki program studi kedokteran di Banyuwangi, dan untuk mendukung peningkatan kualitas tersebut, kami berencana membangun fasilitas gedung baru,” jelasnya.
Gedung baru FIKKIA akan dibangun di kawasan Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, yang saat ini menjadi pusat kegiatan perkuliahan untuk program studi kedokteran dan kesehatan masyarakat. Pembangunan direncanakan berbentuk gedung empat lantai dan mulai direalisasikan pada tahun ini.
“Harapannya pembangunan ini dapat segera terwujud dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Banyuwangi,” pungkasnya.
Dengan adanya percepatan pembangunan ini, FIKKIA UNAIR diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan kesehatan dan sains di wilayah timur Jawa, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Banyuwangi dan sekitarnya. (*)
