BANYUWANGI, Actanews.id — Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mematangkan persiapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2027. Sebanyak 130 desa direncanakan akan menggunakan sistem pemungutan suara berbasis digital atau e-voting sebagai langkah transformasi menuju tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan efisien.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, menyampaikan bahwa penerapan e-voting ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Banyuwangi dinilai memiliki kesiapan yang baik karena telah menjadi salah satu daerah dengan capaian Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) terbaik di Indonesia.
“Sekitar 130 desa akan melaksanakan pilkades pada Oktober 2027. Harapan dari Kemendagri, Banyuwangi bisa melaksanakan pilkades secara digital melalui e-voting,” ujarnya.
Untuk mendukung pelaksanaan tersebut, pemerintah daerah saat ini tengah mempersiapkan aplikasi e-voting yang akan digunakan dalam proses pemungutan suara. Pengembangan sistem ini melibatkan sebagai pihak teknis yang bertanggung jawab terhadap infrastruktur digital.
Nanin menjelaskan bahwa e-voting memiliki sejumlah keunggulan dibanding sistem konvensional. Salah satunya adalah mengurangi potensi konflik saat penghitungan suara, terutama terkait perdebatan suara sah dan tidak sah.
“Biasanya persoalan muncul saat penghitungan suara. Dengan e-voting, hal ini bisa diminimalkan,” jelasnya.
Selain itu, sistem digital ini juga diharapkan dapat menekan angka golongan putih (golput) karena data pemilih sudah terintegrasi dalam sistem, sehingga proses pemungutan suara menjadi lebih mudah dan cepat. Namun demikian, masyarakat tetap diwajibkan datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk memberikan hak pilihnya.
Keunggulan lainnya adalah kecepatan dalam proses rekapitulasi suara. Hasil pemilihan dapat langsung diketahui setelah waktu pemungutan suara berakhir, tanpa perlu penghitungan manual surat suara satu per satu.
Pemkab Banyuwangi juga akan melaksanakan simulasi e-voting secara bertahap mulai tahun ini di sejumlah desa yang akan menggelar Pilkades. Sosialisasi kepada masyarakat pun menjadi fokus utama agar warga semakin familiar dengan sistem digital tersebut.
“Mulai Juni kami akan melakukan simulasi bertahap agar masyarakat desa terbiasa dengan sistem e-voting sebelum hari pelaksanaan,” pungkasnya.
