Lapas Banyuwangi dan BNNK Perkuat Sinergi, Pertegas Komitmen Wujudkan Lingkungan Bebas Narkoba

BANYUWANGI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi memperkuat koordinasi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika di lingkungan pemasyarakatan. Penguatan sinergi tersebut ditandai melalui kunjungan kerja Kepala BNNK Banyuwangi yang baru, Kombes Pol. Rachmat Kurniawan, ke Lapas Banyuwangi, Senin (29/6).

Kunjungan tersebut menjadi momentum perkenalan sekaligus penegasan komitmen bersama antara kedua instansi dalam melanjutkan dan meningkatkan kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan baik. Kedatangan Kepala BNNK disambut langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, Solichin, beserta jajaran pejabat struktural.

Dalam sambutannya, Kalapas Banyuwangi Solichin menegaskan bahwa upaya pencegahan narkoba di lingkungan Lapas tidak dapat dilakukan secara mandiri, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi lintas instansi.

“Kami menyadari bahwa sinergi menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. Kehadiran Kepala BNNK yang baru memberikan semangat baru bagi kami untuk terus mewujudkan Lapas Banyuwangi yang bersih dari narkoba atau Bersinar,” ujar Solichin.

Sementara itu, Kepala BNNK Banyuwangi Kombes Pol. Rachmat Kurniawan menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan komitmen Lapas Banyuwangi dalam mendukung program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Ia menegaskan bahwa BNNK siap memperkuat dukungan, baik dalam aspek pencegahan maupun rehabilitasi bagi warga binaan.

“Sinergi ini akan terus kita perkuat demi mewujudkan Banyuwangi yang bersih dari narkoba,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga melakukan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas pembinaan kemandirian dan keterampilan warga binaan. Selain itu, dilakukan pula pengecekan area blok hunian untuk memastikan kondisi keamanan dan ketertiban tetap kondusif serta bebas dari penyalahgunaan narkotika.