Pasuruan, Actanews.id – Upaya pemerataan pembangunan infrastruktur jalan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Sumber Data Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (D-SDABMBK) semakin dioptimalkan.
Salah satunya rehabilitasi ruas Jalan Puspo–Jimbaran yang tengah dikerjakan. Rekonstruksi jalan tersebut membawa harapan baru bagi warga pengguna jalan yang menghubungkan Kecamatan Puspo dan Kecamatan Lumbang. Terutama petani sayur dan paternak susu sapi perah yang tersebar di wilayah tersebut.
Selama bertahun-tahun, kondisi jalan yang rusak menjadi kendala utama aktivitas peternak. Selain memperlambat perjalanan, jalan berlubang dan bergelombang juga kerap menyebabkan susu tumpah saat diangkut menggunakan kendaraan. Kini, setelah sebagian ruas jalan selesai diaspal, manfaatnya mulai dirasakan masyarakat.
Salah satunya Khotib, peternak sapi perah asal Dusun Setro Desa Jimbaran mengaku perbaikan jalan membuat aktivitas mengangkut susu menjadi jauh lebih nyaman dan efisien.
“Alhamdulillah sekarang jalannya sudah bagus. Mengangkut susu jadi lebih mudah dan tidak banyak guncangan. Dulu kalau jalannya rusak, susu sering tumpah sehingga volume yang sampai ke tempat penampungan bisa berkurang,” ujarnya, Jumat (10/7/2026) siang.
Menurut Khotib, kerusakan jalan tersebut telah berlangsung lebih dari 10 tahun. Selama itu pula masyarakat harus berjibaku dengan akses yang rusak, baik untuk mengangkut hasil peternakan maupun kebutuhan sehari-hari.
Ia berharap, pemerintah dapat melanjutkan penanganan pada ruas jalan yang masih rusak sehingga seluruh jalur Puspo–Jimbaran dapat tersambung dengan kondisi yang sama baiknya.
“Masih ada beberapa jalan yang belum diperbaiki. Harapan kami bisa dilanjutkan tahun ini juga supaya akses benar-benar mulus. Kalau selesai semua, distribusi susu maupun hasil pertanian akan semakin lancar,” urainya.
Pelaksana lapangan dari CV Rizka Abadi, Dian Pradana menjelaskan, rehabilitasi Jalan Puspo–Jimbaran terus berjalan sesuai jadwal. Hingga saat ini, kata Dian, sapaan akrabnya, progres pekerjaan telah mencapai lebih dari 50 persen.
Pekerjaan yang telah diselesaikan meliputi pembangunan saluran drainase dan tembok penahan tanah (TPT). Selain itu, pengaspalan sekitar 800 meter dari total panjang penanganan ruas jalan mencapai 3.600 meter.
“Progres pekerjaan sudah lebih dari 50 persen. Pengaspalan sekitar 800 meter telah selesai, sedangkan pekerjaan drainase dan TPT masih terus berjalan. Kami optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target waktu,” jelasnya.
Kepala Dinas SDABMBK Kabupaten Pasuruan Sarinah Rostief mengatakan, rehabilitasi alan Puspo–Jimbaran tersebut menelan anggaran sekitar Rp4,6 miliar.
Diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil peternakan dan pertanian.
“Dengan kondisi jalan yang baik otomatis menekan biaya operasional kendaraan yang selama ini meningkat akibat kondisi jalan yang rusak. Semoga perbaikan jalan ini bisa meningkatnya kesejahteraan masyarakat Puspo dan sekitarnya,” pungkasnya. (Tya)
