BIG Downhill 2026 Memanas, 216 Rider Taklukkan Trek Ekstrem Gantasan Bike Park

BANYUWANGI – Sebanyak 216 pembalap sepeda atau rider dari berbagai daerah di Indonesia adu kecepatan dalam kejuaraan Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill 2026 di Gantasan Bike Park, Kecamatan Licin, Banyuwangi, pada 19–20 September 2026.

Para rider datang dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Timur, Bali, Jepara, Solo, Salatiga, Yogyakarta, Cilacap, Bekasi, Jakarta, Bandung, Poso, hingga Mataram. Kompetisi bergengsi tersebut juga masuk dalam agenda resmi Federasi Balap Sepeda Internasional (UCI).

Setelah menjalani seeding run pada hari pertama untuk menentukan posisi start, persaingan semakin sengit pada babak final yang digelar Minggu (20/9/2026).

Para pembalap harus menaklukkan trek sepanjang 2,3 kilometer dengan karakter ekstrem. Lintasan tersebut menyuguhkan berbagai tantangan, mulai dari tanjakan dan turunan curam, tikungan tajam, bebatuan, drop pohon, wallride kayu, super bowl, hingga big drop.

Beratnya lintasan membuat sejumlah pembalap sempat terjatuh. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para peserta untuk menyelesaikan perlombaan hingga garis finis.

Persaingan menarik tersaji di kategori Men Elite. Agung Prio Apriliano tampil sebagai yang tercepat dengan catatan waktu 3 menit 18,249 detik. Posisi kedua ditempati Pahraz Salman Alparisi dengan waktu 3 menit 20,414 detik, disusul Yosi Saputra di posisi ketiga dengan waktu 3 menit 22,120 detik.

Bagi Agung, kemenangan tersebut menjadi hasil dari perjuangan panjang. Ia mengaku tidak pernah absen mengikuti BIG Downhill selama lima tahun terakhir.

“Saya meraih podium kedua pada 2023 dan podium ketiga pada 2024. Tahun lalu saya sempat terjatuh, jadi tahun ini saya bertekad menebus kekalahan tersebut,” ujar Agung.

Menurutnya, Gantasan Bike Park memiliki karakter lintasan yang lengkap dan menuntut kemampuan pembalap secara menyeluruh.

“Di sini tidak hanya mengandalkan skill, tetapi juga fisik yang prima serta setelan sepeda yang mumpuni,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Afrizal, pembalap asal Bandung yang berhasil menjuarai kategori Men Expert B. Ia menyebut karakter lintasan tahun ini berbeda dibandingkan beberapa penyelenggaraan sebelumnya.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya trek kerap diguyur hujan, tahun ini kondisi lintasan relatif kering sehingga kecepatan pembalap semakin tinggi.

“Kali ini kita baru merasakan high speed di trek downhill yang sebenarnya. Treknya sangat ganas,” tutur Afrizal.

Sementara itu, pada kategori Women Elite, Nilna Murni Ningtyas berhasil merebut gelar juara dengan catatan waktu 3 menit 48,214 detik. Hasil tersebut sekaligus menjadi pembalasan atas pencapaiannya tahun lalu ketika harus puas berada di posisi kedua.

Posisi kedua ditempati Milatul Khaqimah dengan waktu 3 menit 49,567 detik, sedangkan Ayu Triya Andriana berada di posisi ketiga dengan waktu 3 menit 53,159 detik.

Dorong Sport Tourism Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani hadir menyerahkan medali kepada para pemenang. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya BIG Downhill 2026.

“Selamat kepada para pemenang dan terima kasih kepada UCI, seluruh atlet, official, panitia, sponsor, komunitas, relawan, tim medis, aparat keamanan, marshal, hingga masyarakat yang telah mendukung ajang BIG Downhill ini,” ujar Ipuk.

Menurut Ipuk, Banyuwangi terus mengembangkan konsep sport tourism sebagai bagian dari strategi pengembangan sektor pariwisata daerah.

Selain menawarkan wisata alam, berbagai event olahraga dinilai dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan sekaligus memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.

Sejumlah event sepeda rutin telah digelar di Banyuwangi, mulai dari Push Bike untuk anak PAUD, BMX, BIG Downhill, hingga agenda Gravel yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.

“Kehadiran para atlet dan wisatawan turut menggerakkan ekonomi lokal, khususnya bagi para pelaku UMKM,” jelasnya.

Ketua Panitia Penyelenggara BIG Downhill 2026, Munif, mengatakan kejuaraan tersebut telah memasuki penyelenggaraan ke-7 dan secara konsisten menjadi bagian dari agenda resmi UCI.

Dalam tiga tahun terakhir, BIG Downhill bahkan telah berada pada tingkatan kompetisi UCI Class 1 (C1).

Munif menyebut dampak ekonomi dari penyelenggaraan event tersebut juga dirasakan masyarakat sekitar.

“Homestay di kawasan sekitar perhelatan hingga ke wilayah Glagah terisi penuh. Kebutuhan konsumsi dan oleh-oleh peserta juga memutar roda ekonomi warga lokal. Semoga ke depan acaranya makin besar dan meriah,” harapnya.

Hasil BIG Downhill 2026

Men Elite

1. Agung Prio Apriliano – Astrindo Racing Team – 03:18,249

2. Pahraz Salman Alparisi – Underdog PSW – 03:20,414

3. Yosi Saputra – Yeti Tribe Indonesia Racing Team – 03:22,120

4. Pandu Satrio Perkasa – Sego Anget Racing Team – 03:25,590

5. Mohammad Abdul Hakim – 76Rider Downhill Squad – 03:27,653

 

Women Elite

1. Nilna Murni Ningtyas – Spartan Racing Team – 03:48,214

2. Milatul Khaqimah – Nukeproof Axxes Racing Team – 03:49,567

3. Ayu Triya Andriana – Alaska Squad – 03:53,159

4. Tsuraya Azwa Pambudi – Yeti Tribe Indonesia Racing Team – 03:56,382

5. Nining Porwaningsih – Anindya Racing Team – 03:57,495

 

Men Junior

1. Dimas Aradhana – Privateer – 03:21,557

2. Nazwa Agazani – 76Rider Downhill Squad – 03:21,890

3. Ahmad Nasywa Ridhodin – Sego Anget Racing Team – 03:23,396

(Redaksi)