AKHERA Bentangkan Spanduk di Jakarta: “Stop Provokasi Rakyat, Jangan Ganggu Pemerintahan Prabowo”

JAKARTA – Aliansi Kehendak Rakyat (Akhera) menyuarakan seruan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu dan tudingan yang dinilai dapat memicu kegaduhan politik. Seruan tersebut disampaikan melalui pemasangan puluhan spanduk di sejumlah ruas jalan strategis di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Aktivis Akhera, Yefta Bakarbesy, mengatakan pemasangan spanduk tersebut merupakan bentuk sikap organisasi dalam merespons berbagai isu dan narasi yang dinilai berupaya mendiskreditkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Yefta, puluhan spanduk dipasang di sejumlah lokasi, mulai dari kawasan Kampus Borobudur, Kalimalang, Cawang, Jalan MT Haryono, Kuningan, Gatot Subroto hingga kawasan Senayan.

“Spanduk ini berisi seruan kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga situasi agar kondusif,” ujar Yefta.

Sejumlah tulisan yang terpampang di antaranya, “Stop Provokasi Rakyat, Jangan Ganggu Pemerintahan Prabowo Subianto”, “Kawal Sampai Tuntas Program untuk Rakyat”, serta “Mandat Rakyat, Prabowo Subianto Presiden RI 5 Tahun, Bukan 2 Tahun.”

Ada pula seruan, “Mau Jadi Presiden RI, Ikut Pemilu 2029”, sebagai penegasan bahwa pergantian kepemimpinan nasional harus ditempuh melalui mekanisme demokrasi dan konstitusional.

Akhera Tak Ikut Aksi 27 Agustus

Terkait rencana aksi di Gedung DPR/MPR pada Kamis (27/8/2026) yang disebut melibatkan masyarakat Pati dan sejumlah kelompok lainnya, Yefta menegaskan bahwa Akhera tidak ikut dalam aksi tersebut.

Meski demikian, pihaknya berharap seluruh rangkaian aksi berlangsung tertib, aman dan damai serta tidak berujung pada bentrokan antara massa aksi dengan aparat keamanan yang bertugas.

“Kami berharap aksi di Gedung DPR/MPR berjalan damai dan aman, tanpa kericuhan antara pengunjuk rasa dengan anggota Polri maupun TNI yang menjalankan tugas pengamanan di lapangan,” katanya.

Yefta juga mengimbau warga Pati yang mengikuti aksi agar segera kembali ke daerah asal setelah kegiatan selesai. Imbauan itu disampaikan untuk mengantisipasi adanya pihak-pihak tertentu yang berpotensi memanfaatkan situasi atau menunggangi massa aksi.

“Kami meminta warga Pati setelah aksi 27 Agustus segera kembali ke daerah asal dan tidak terjebak dalam kepentingan pihak tertentu,” pungkasnya.