Foto : H. Arifin, baju putih, memantau langsung pembangunan JUt bersama Pemdes Ngembe, Beji
Pasuruan, Actanews.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) merealisasikan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di Dusun Simpar, Desa Ngembe, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.
Pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 300 meter dengan lebar 2 meter tersebut diharapkan mempermudah akses petani menuju lahan pertanian sekaligus menekan biaya pengangkutan hasil panen.
Pembangunan JUT ini merupakan salah satu upaya mendukung aktivitas pertanian sekaligus menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang diperjuangkan melalui anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, H. Arifin, S.Sos. Program tersebut juga menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur pertanian di wilayah pedesaan.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan dari Daerah Pemilihan (Dapil) I yang meliputi Kecamatan Bangil, Beji, dan Gempol itu memantau langsung proses pengerjaan JUT di Dusun Simpar, Kamis (29/10) sore.
Dalam peninjauan tersebut, Arifin didampingi Kepala Desa Ngembe, kepala dusun setempat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta sejumlah anggota kelompok tani.
Arifin mengatakan, pembangunan jalan usaha tani merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap penguatan ketahanan pangan. Menurutnya, kondisi infrastruktur pertanian yang memadai dapat membantu menekan biaya operasional petani, terutama dalam proses pengangkutan hasil panen.
Sebelum pembangunan dilakukan, jalan menuju area persawahan tersebut mengalami kerusakan cukup parah. Kondisi itu menyulitkan petani ketika hendak menuju lahan maupun mengangkut hasil panen, sehingga berdampak pada meningkatnya biaya distribusi.
“Sudah lama jalan pertanian ini mengalami kerusakan sehingga petani kesulitan saat mengangkut hasil panen. Akibatnya, biaya yang dikeluarkan juga cukup tinggi. Dengan dibangunnya akses jalan ini, diharapkan biaya yang harus ditanggung petani menjadi lebih ringan,” jelas H. Arifin.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur pertanian perlu terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat. Selain mempermudah mobilitas petani, akses jalan yang layak juga menjadi salah satu faktor pendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Dalam kesempatan tersebut, Arifin juga menyatakan akan memperjuangkan aspirasi masyarakat terkait pengadaan sumur dangkal untuk memenuhi kebutuhan air irigasi pertanian.
“Alhamdulillah, dalam kunjungan kali ini tidak ada temuan berarti. Setelah saya cek, proses pengerjaan berjalan dengan baik. Kita bisa melihat langsung di lapangan bahwa program seperti ini memang sangat dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Ngembe, Imron Rosadi, menjelaskan bahwa jalan usaha tani yang sedang dibangun tersebut merupakan akses utama menuju lahan pertanian warga. Sedikitnya terdapat 22 bidang lahan pertanian yang memanfaatkan akses jalan tersebut.
Menurut Imron, sebelum pembangunan dilakukan, petani mengalami kesulitan saat menuju lahan maupun mengangkut hasil panen. Bahkan, kendaraan roda tiga maupun roda empat tidak dapat menjangkau lokasi pertanian karena kondisi jalan yang rusak.
“Adanya JUT ini memberikan dampak yang sangat baik bagi petani. Saya menyampaikan terima kasih kepada Abah Arifin yang telah mengawal aspirasi ini sejak awal hingga pembangunan JUT di desa kami dapat direalisasikan,” ujar Imron.
Dengan dibangunnya jalan usaha tani tersebut, akses menuju lahan pertanian di Dusun Simpar diharapkan semakin mudah, sehingga aktivitas petani menjadi lebih efisien dan biaya pengangkutan hasil panen dapat ditekan. (Tya)
