Foto : Pekerja sedang menyelesaikan rangkain penasangan tie bar sebelum pengecoran badan jalan ruas Kedungbanteng -Wonokerto
Pasuruan, Actanews.id – Pekerjaan pemeliharaan berkala ruas jalan Kedungbanteng, Kecamatan Rembang, menuju Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, terus dikebut. Percepatan pekerjaan dilakukan seiring masa kontrak yang dijadwalkan berakhir sekitar satu bulan mendatang.
Faisal, pegawai PT Epithu Logica Sembada selaku konsultan pengawas, menyampaikan hal tersebut saat ditemui di lokasi pekerjaan pada Selasa, (27/10/2026).
Menurut Faisal, berdasarkan laporan progres hari Minggu,(25/10), capaian pekerjaan penanganan badan jalan dengan konstruksi beton kaku (rigid pavement) telah mencapai 57 persen atau sepanjang kurang lebih 800 meter dari total panjang penanganan 1.570 meter.
“Per hari Minggu kemarin, progres penanganan badan jalan sudah mencapai 57 persen dari total 1.570 meter. Artinya, pekerjaan yang sudah terealisasi mencapai sekitar 800 meter,” jelas Faisal.
Dengan capaian progres tersebut, Faisal optimistis pihak pelaksana, PT Adika Raya Persada, mampu menuntaskan pekerjaan sesuai target, bahkan sebelum masa kontrak berakhir.
Ia menjelaskan, ruas jalan yang ditangani memiliki panjang total 1.570 meter dengan lebar badan jalan 4 meter. Adapun spesifikasi teknis pekerjaan meliputi lapisan beton kurus (lean concrete/LC) dengan ketebalan 10 sentimeter dan lapisan beton badan jalan setebal 20 sentimeter.
Selain pengecoran badan jalan, pekerjaan juga mencakup pengurukan bahu jalan pada kedua sisi guna mendukung kondisi dan fungsi jalan setelah penanganan selesai.
“Untuk bahu jalan dilakukan pengurukan di kedua sisi,” pungkasnya.
Perbaikan ruas jalan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Suwanito, warga Dusun/Desa Kedungbanteng, mengungkapkan bahwa jalan di depan rumahnya telah mengalami kerusakan selama lebih dari empat tahun.
Menurutnya, kondisi jalan sebelumnya cukup menyulitkan aktivitas warga, terutama saat musim hujan karena permukaan jalan menjadi berlumpur dan sulit dilalui. Sementara pada musim kemarau, debu yang ditimbulkan juga mengganggu kenyamanan masyarakat.
“Alhamdulillah, sekarang sudah dicor, jadi lebih enak. Kalau musim hujan tidak berlumpur, kalau kemarau tidak berdebu lagi,” ujarnya.
Dengan adanya pemeliharaan berkala tersebut, masyarakat berharap kondisi jalan Kedungbanteng–Wonokerto menjadi lebih baik, nyaman dilalui, serta mampu menunjang kelancaran mobilitas dan aktivitas ekonomi warga di wilayah sekitarnya. (Tya)
