BANYUWANGI – Lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi milik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi kembali membuktikan produktivitasnya melalui panen jagung manis dan cabai, Senin (6/7). Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur, Kusnali, sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Turut mendampingi dalam kegiatan itu Kepala Balai Pemasyarakatan (Kabapas) Jember dan Kepala Lapas (Kalapas) Lumajang. Kehadiran mereka sekaligus meninjau keberhasilan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan yang diwujudkan melalui sektor pertanian produktif.
Kalapas Banyuwangi, Solichin, menjelaskan bahwa panen kali ini memanfaatkan sebagian dari total lahan produktif SAE Paswangi seluas 2,2 hektare. Jagung manis ditanam di lahan seluas 4.000 meter persegi dengan proyeksi hasil panen mencapai sekitar 3 ton.
“Untuk cabai, kami memanfaatkan lahan seluas 3.000 meter persegi yang ditanami cabai rawit dan cabai hijau. Pada panen perdana ini diperkirakan menghasilkan sekitar 50 kilogram dan proses panen akan terus berlangsung dalam beberapa waktu ke depan,” ujar Solichin.
Keberhasilan panen tersebut mendapat apresiasi dari Kakanwil Ditjenpas Jawa Timur, Kusnali. Menurutnya, hasil yang dicapai Lapas Banyuwangi merupakan implementasi nyata program ketahanan pangan yang menjadi bagian dari 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan sekaligus mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
“Ini merupakan bentuk implementasi nyata dari program ketahanan pangan yang masuk dalam 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, sekaligus menyukseskan Asta Cita Presiden Republik Indonesia,” tegas Kusnali.
Ia menambahkan, program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berkontribusi terhadap penyediaan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan agar memiliki keterampilan di bidang pertanian dan agribisnis sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.

Dalam peninjauannya, Kusnali juga memberikan apresiasi atas pengelolaan Lahan SAE Paswangi yang dinilai sangat optimal. Menurutnya, seluruh area dimanfaatkan secara produktif tanpa ada lahan yang terbengkalai.
“Saya sangat mengapresiasi karena di Lahan SAE Paswangi ini tidak ada lahan yang nganggur, semuanya dimanfaatkan secara maksimal. Selain jagung dan cabai, di sini juga ada komoditas padi, dan saat ini sedang dalam proses pembangunan kandang ayam petelur. Ini adalah contoh pengelolaan yang luar biasa,” pungkas Kusnali. (*)
