Foto : Pekerja sedang menyelesaikan salah satu titik tembok penahan tanah (TPT) di ruas jalan Jimbaran -Keduwung
Pasuruan, Actanews.id – Jalan Jimbaran–Keduwungmanis yang juga jalan penghubung antara Kecamatan Puspo dengan kecamatan Lumbang mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama para petani. Ruas jalanbl tersebut kini mulus, setelah bertahun – tahun rusak.
Bagi warga Keduwung dan Jimbaran yang mayoritas petani sayur, perbaikan jalan tersebut selain memangkas waktu tempuh ke kota kecamatan Puspo juga menekan biaya perawatan kendaraan.
Kepada awak media, Mustofa, warga Dusun Krajan, Desa Keduwung, menjadi salah satu yang merasakan langsung manfaat pembangunan jalan tersebut. Karena dirinya setiap hari mengirim dan mengangkut sendiri hasil pertanian untuk sampai ke pasar-pasar baik Pasuruan, Malang hingga Kediri.
Menurut dia, kondisi jalan depan rumahnya ini sangat memprihatinkan sebelumnya. Kerusakan yang telah berlangsung sekitar enam tahun membuat perjalanan menjadi lambat, tidak nyaman, sekaligus mempercepat kerusakan kendaraan.
“Kalau dulu jalannya rusak parah, seperti lewat jalan di tengah hutan karena aspalnya hampir sudah tidak ada,” katanya, Sabtu (4/7).
Selain bersyukur dirinya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan yang sudah merealisasikan pembangunan jalan tersebut.
Dirinya menceritakan bahwa sebelum jalan diperbaiki, perjalanan menuju kota Kecamatan Puspo membutuhkan waktu paling cepat sekitar satu jam. Kini, setelah ruas jalan selesai diaspal, waktu tempuh berkurang hampir separuh menjadi sekitar 30 menit. Berkurangnya waktu tempuh ini dinilai sangat membantu para petani.
Selain efisian waktu, pembangunan jalan ini sangat meminimalisir kerusakan onderdil tertentu pada kendaraan dan hasil panen bisa lebih cepat sampai ke tujuan sehingga kualitas sayur tetap terjaga.
“Hampir setiap tahun harus servis karena kaki-kaki mobil cepat rusak. Sekarang jalannya sudah bagus, tentu biaya perbaikan kendaraan juga jauh lebih hemat,” terangnya.
Mustofa berharap, pembangunan infrastruktur di wilayah pegunungan terus menjadi perhatian pemerintah kabupaten Pasuruan. Terlebih mayoritas masyarakat yang ada di kawasan lereng gunung Bromo sangat menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Terpisah, James, pelaksana lapangan dari CV Tunas Karya Kontraktor menjelaskan proyek senilai Rp. 2,1 miliar tersebut telah menyelesaikan penanganan Hot Mix sepanjang 1.590 meter. Meski jauh dari masa berakhirnya kontrak tampak para pekerja fokus pada perkerasan bahu jalan berbahan beton atau rigid, pembangunan tembok penahan tanah (TPT) serta saluran pembuang air dibeberapa titik yang sudah finishing.
“Pengaspalan sudah selesai. Tinggal pekerjaan minor berupa bahu jalan dan TPT. Kami targetkan seluruh pekerjaan rampung pada pekan depan,” pungkasnya. (Tya)
