Slank Kembali ke Banyuwangi, Bimbim Kenang Lahirnya Lagu “Kirim Aku Bunga”

BANYUWANGI – Grup band legendaris Slank kembali menyapa penggemarnya di Banyuwangi melalui rangkaian Berani Kita Beda Tour (Tour ke-10 Hey Slank) di Pantai Marina Boom, Minggu (1/11/2026) malam. Bagi Slank, Banyuwangi bukan sekadar tempat konser, melainkan daerah yang menyimpan kenangan manis dalam perjalanan musik mereka.

Drummer sekaligus pentolan Slank, Bimbim, mengungkapkan salah satu kenangan paling berkesan adalah terciptanya lagu “Kirim Aku Bunga” saat Slank berada di Banyuwangi pada 1992. Lagu tersebut kemudian dirilis pada 1993.

Kenangan itu disampaikan Bimbim saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Bandara Banyuwangi, Sabtu (31/10/2026). Dalam rombongan tersebut hadir vokalis Kaka dan basis Ivanka, sementara dua gitaris Slank, Abdee dan Ridho, menyusul kemudian.

“Selamat datang kembali di Banyuwangi. Selamat menikmati keindahan Banyuwangi,” ujar Bupati Ipuk saat menyambut kedatangan mereka.

Dalam kesempatan itu, Bimbim juga mengaku melihat perubahan besar Banyuwangi dibandingkan saat pertama kali dikunjunginya pada 1992. Salah satunya terlihat dari perkembangan sektor perhotelan yang semakin pesat.

“Banyuwangi sudah berubah banget. Dulu cuma ada satu, sekarang di mana-mana ada hotel bagus-bagus,” ungkapnya.

Tak hanya mengenang perjalanan musik, Bimbim juga mengingat kuliner khas Banyuwangi, yakni Sego Tempong. Ia pernah menikmati makanan tersebut bersama mendiang ibunya, Bunda Iffet, saat Slank menggelar konser dalam rangkaian tur 30 tahun perjalanan band pada 2013.

“Kalau saya ingat Banyuwangi, ingatnya nasi tempong. Sambalnya bikin nagih,” kenangnya.

Sebagai bentuk nostalgia, Slank memastikan lagu “Kirim Aku Bunga” akan masuk dalam daftar lagu yang dibawakan pada konser di Pantai Marina Boom.

“Untuk mengenang memori, besok malam akan kita bawa,” kata Bimbim.

Usai tiba di Banyuwangi, rombongan Slank juga mengunjungi Pendopo Sabha Swagatha Blambangan dengan didampingi Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono. Mereka berkeliling melihat bangunan bersejarah, termasuk guest house berbentuk bunker yang digunakan untuk menerima tamu kehormatan.

Kunjungan dilanjutkan ke Sumur Sritanjung yang berkaitan dengan legenda asal-usul Banyuwangi serta rumah tradisional Suku Osing.

Kedatangan Slank kali ini menjadi momen nostalgia sekaligus mempererat hubungan antara grup musik legendaris tersebut dengan Banyuwangi, daerah yang menyimpan cerita tersendiri dalam perjalanan panjang karier mereka.