Actanews.id – Diketahui, sejak tanggal 28 hingga 30 Juli 2024 lalu, Presiden Joko Widodo beraktivitas di Istana Garuda, Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan, untuk memantau langsung percepatan proyek pembangunan IKN. Di tengah tantangan cuaca ekstrem Kalimantan, Ilham Triadi, seorang pawang hujan atau bahasa kerennya ahli mitigasi cuaca asal Banyuwangi, Jawa Timur menjadi sorotan utama.
Sebelum kedatangan Ilham pada 22 Juli 2024, hujan terus-menerus mengguyur wilayah IKN, membuat jalanan licin dan menghambat mobilisasi proyek. Beberapa kendaraan proyek bahkan tergelincir, menambah kompleksitas situasi di lapangan.
Ilham memiliki tugas krusial untuk mengamankan cuaca di lokasi pembangunan lima unit rumah susun (rusun) dengan 13 lantai, yang setiap lantainya akan dihuni oleh 15 kepala keluarga (KK) dengan tipe 98. Proyek ini harus diselesaikan sebelum 10 Agustus 2024, untuk menampung 2000 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tamu undangan dari seluruh provinsi di Indonesia. Lokasi IKN yang dikelilingi hutan lebat dan dilalui garis khatulistiwa menambah tantangan Ilham dalam menstabilkan cuaca.

Seorang teman SMA yang bekerja sebagai kontraktor selama 15 tahun di Kalimantan awalnya meragukan kemampuan Ilham. Ia berpendapat bahwa dalam 30 hari, hanya 7 hari yang akan cerah, sisanya hujan.
Namun, Ilham berhasil membuktikan kemampuannya dengan memadukan ilmu pengetahuan modern dan kearifan lokal melalui ritual tradisional, selama 16 hari keberadaannya di IKN, cuaca terang.
Ilham menekankan bahwa peran pawang hujan bukan hanya menghentikan hujan, tetapi juga menjaga keseimbangan alam dan melestarikan tradisi. “Saya merasa terhormat bisa dilibatkan dalam pembangunan di IKN. Ini bukan sekadar kegiatan, tetapi sebuah tantangan untuk melestarikan kearifan lokal sebagai warisan budaya adiluhung,” ujar Ilham, via WhatsApp, pada Actanews.id, Kamis (2/8/2024) malam.
Dengan membawa sepasang keris pamor singkir lurus dan luk 9 serta 3 keris patrem naga jimatan untuk piandel atau penjaga diri, Ilham menghabiskan 2000 stik dupa dalam 15 hari di IKN. Ia harus menempuh perjalanan 2-3 jam ke Balikpapan untuk mendapatkan stok dupa yang semakin menipis.
Kedatangan Ilham ke IKN atas permintaan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat menghadiri event Banyuwangi Ethno Carnival pada 13 Juli 2024 lalu. Dirjen Perumahan kemudian menghubungi Ilham melalui stafnya agar segera berangkat ke IKN.
Ilham menerima banyak dukungan, baik dari pejabat maupun teman-teman budaya di Banyuwangi. Wakil Bupati Banyuwangi, H.Sugirah beberapa hari berkomunikasi memberikan doa dan dukungannya. Ketua Dewan Kesenian Banyuwangi dan budayawan, juga memberikan doa dan semangat agar Ilham berhasil membawa nama baik Banyuwangi di kancah nasional.
Tidak cukup itu, Sekjen Ikawangi Kaltim, Budi Sakti asal Tegaldlimo, serta Dayat Osing yang berasal jalan Citarum Panderejo, yang tergabung dalam Ikawangi Jakarta, juga merasa bangga atas peran Ilham di IKN. Mereka berharap besar atas keberhasilan Ilham dalam mengatasi tantangan cuaca di proyek prestisius ini.
