Pasuruan. Actanews.id – Kwarda Pramuka Jawa Timur menargetkan rehabilitasi 1.000 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem di Jawa Timur.
Program tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang digelar sebagai forum konsolidasi seluruh pengurus kabupaten/kota di Pandaan, Pasuruan, Senin, (20/4).
Hal tersebut menegaskan komitmen Gerakan Pramuka untuk menyelaraskan program kerja dengan prioritas pembangunan yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, mengapresiasi inisiatif “Satu Gudep Satu Rumah RTLH” yang dinilai sejalan dengan target pemerintah daerah dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat prasejahtera.
“Program satu Gudep satu rumah RTLH ini luar biasa dan sangat mendukung upaya Pemprov dalam mengurangi jumlah rumah tidak layak huni,” ujar Adhi Karyono.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Rakerda juga menghasilkan gagasan strategis di bidang peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kwarda Jatim menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi untuk membuka jalur khusus bagi anggota pramuka berprestasi.
Kebijakan ini diharapkan menjadi investasi sosial jangka panjang dalam mencetak generasi muda yang unggul dan berdaya saing.
Menurut Adhy, setiap organisasi saat ini dituntut menghadirkan program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan, seluruh agenda pramuka ke depan harus terintegrasi dan memberi kontribusi nyata dalam menurunkan angka kemiskinan.
Rekomendasi Rakerda ini akan menjadi pedoman pelaksanaan program tahun 2026 agar tetap sinkron dengan rencana pembangunan daerah. Dengan melibatkan ribuan Gugus Depan dalam proyek renovasi RTLH, beban pemerintah diharapkan semakin ringan, sekaligus menguatkan kembali semangat gotong royong sebagai nilai utama Gerakan Pramuka. (Tya).
