Banyuwangi – Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali terlihat dalam pelaksanaan Karya Bakti pembangunan Jembatan Garuda di Dusun Gumukcandi, Desa Songgon, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (28/7/2026). Hingga saat ini, progres pembangunan jembatan yang menjadi akses vital bagi warga tersebut telah mencapai 78 persen.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB itu dipimpin langsung oleh Komandan Koramil 0825/20 Songgon, Kapten Kav Andoko. Seluruh rangkaian pekerjaan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar sebagai wujud sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur pedesaan.
Selain personel Koramil 0825/20 Songgon, kegiatan juga melibatkan Pelda Arief selaku Bati TNI dari Staf Kodim 0825/Banyuwangi, tim konsultan teknis, personel gabungan dari Koramil 0825/12 Rogojampi, Koramil 0825/13 Singojuruh, dan Koramil 0825/14 Kabat. Pengerjaan turut diperkuat oleh delapan tukang dan pembantu tukang, serta 20 warga Dusun Gumukcandi yang bergotong royong bersama personel TNI.
Pada tahap pengerjaan kali ini, tim difokuskan pada pemasangan pondasi sayap jembatan, setrek batu pondasi dan sayap jembatan, pemasangan bondex, serta perakitan besi struktur. Berkat kerja sama yang solid dan terencana, pembangunan Jembatan Garuda terus menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Jembatan dengan panjang 8 meter, lebar 4 meter, dan tinggi sekitar 6 meter dari permukaan air ini nantinya akan menjadi jalur utama penghubung warga Dusun Gumukcandi menuju pusat kota. Keberadaannya diharapkan mampu memperlancar akses masyarakat menuju pasar, fasilitas kesehatan, sekolah, hingga mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber penghidupan warga.
Komitmen Kodim 0825/Banyuwangi melalui program Karya Bakti ini menjadi bukti nyata bahwa TNI tidak hanya hadir menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan progres yang telah mencapai 78 persen, Jembatan Garuda diharapkan segera rampung dan dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperlancar aktivitas masyarakat di wilayah Songgon. (*)
