Karhutla Arjuno-Welirang Rusak Pipa Air, Cargill Salurkan 20.000 Liter untuk Warga Jatiarjo

Foto : Pihak Cargill saat mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga di 5 RT di Dusun Tegal Kidul, Desa Jatiarjo

Pasuruan, Actanews.id – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang menyebabkan kerusakan jaringan pipa distribusi air bersih di Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Akibatnya, warga di lima rukun tetangga (RT) mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Merespons kondisi tersebut, PT Sorini Agro Asia Corporindo (Cargill) menyalurkan bantuan sebanyak 20.000 liter air bersih kepada warga terdampak pada Kamis (22/10).

Bantuan tersebut difokuskan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama distribusi air bersih belum kembali normal. Kerusakan pipa yang berada di wilayah hilir membuat warga kesulitan memperoleh air untuk minum, memasak, hingga memenuhi kebutuhan kebersihan dan sanitasi.

CSR Coordinator PT Sorini Agro Asia Corporindo–Cargill Pandaan Plant, Esti Kukuh Perbawati, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“Ketika kebakaran berdampak pada jaringan air bersih, kebutuhan masyarakat perlu segera diperhatikan. Kami berharap bantuan ini membantu warga memenuhi kebutuhan air sehari-hari selama penanganan gangguan berlangsung,” ujar Esti.

Ia menjelaskan, koordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait telah dilakukan sebelum pendistribusian bantuan. Langkah tersebut dilakukan agar penyaluran air bersih dapat menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.

Kepala Dusun (Kasun) Tegal Kidul, Desa Jatiarjo, Sholeh, mengapresiasi bantuan tersebut. Menurutnya, pasokan 20.000 liter air bersih itu sangat membantu warga di lima RT yang terdampak kerusakan jaringan pipa.

“Kerusakan pipa air akibat kebakaran berdampak pada kebutuhan warga. Kami berharap perbaikan jaringan pipa segera dilakukan agar pasokan air ke rumah warga kembali normal,” kata Sholeh.

Perbaikan Pipa Jadi Kebutuhan Mendesak

Meski bantuan air bersih membantu memenuhi kebutuhan warga untuk sementara waktu, pemulihan jaringan pipa tetap menjadi kebutuhan mendesak agar distribusi air dapat kembali berjalan normal.

Perbaikan infrastruktur tersebut memerlukan koordinasi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, dan pihak terkait. Pemeriksaan kondisi jaringan pipa juga diperlukan untuk memastikan penanganan dilakukan sesuai tingkat kerusakan.

Warga berharap perbaikan dapat segera direalisasikan sehingga mereka tidak terus bergantung pada bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Peristiwa ini sekaligus menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan ekosistem hutan, tetapi juga dapat mengganggu infrastruktur dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Karena itu, upaya pemulihan jaringan air bersih perlu berjalan beriringan dengan penanganan karhutla, perlindungan kawasan hutan, serta pencegahan kebakaran berulang agar dampak serupa tidak kembali dirasakan masyarakat.(Tya)