Foto : Wabup Shobih Asrori saat menyematkan kartu kepesertaan Diklatsar di Wonorejo
PASURUAN, Actanews.id – Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, secara resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Angkatan 27 dan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Angkatan 24 di Yayasan Roudhotul Ulum, Coban Blimbing, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Jumat (23/10).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kaderisasi GP Ansor dan Banser untuk mencetak kader yang militan, berintegritas, disiplin, serta memiliki komitmen kuat dalam menjalankan tugas organisasi.
Pembukaan kegiatan dihadiri Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Pasuruan, Abdul Karim, jajaran Rois Syuriah dan Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Wonorejo, serta perwakilan badan otonom NU, di antaranya Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, dan jajaran Banser.
Dalam sambutannya, Gus Shobih menegaskan bahwa kaderisasi merupakan tahapan penting untuk membentuk anggota Ansor dan Banser yang memiliki loyalitas serta militansi terhadap organisasi.
“Semoga pengkaderan Diklatsar yang berkolaborasi dengan GP Ansor ini menghasilkan kader yang militan, yang karatnya 24 karat tanpa diragukan,” ujar Gus Shobih.
Menurutnya, untuk menjadi anggota Banser, seseorang harus mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar sebagai tahapan awal. Selain itu, setiap kader dituntut istiqamah dalam menjalankan tugas serta mengikuti proses kaderisasi sesuai ketentuan organisasi.
Ia menambahkan, kaderisasi tidak sekadar bertujuan menambah jumlah anggota, tetapi juga membentuk karakter kader yang tangguh, disiplin, dan mampu menjadi teladan bagi masyarakat.
Kader yang dihasilkan diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, sekaligus mengembangkan semangat pengabdian kepada masyarakat di bawah naungan Nahdlatul Ulama.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Shobih juga menyampaikan gagasan mengenai rencana pembentukan Banser Kids atau Banser anak-anak. Gagasan ini dimaksudkan untuk mengenalkan organisasi NU beserta nilai-nilai yang dijunjungnya kepada generasi muda sejak usia dini.
“Rencana ke depan akan dibentuk Banser Kids atau Banser anak-anak. Kita beri pemahaman bagaimana mencintai organisasi di bawah naungan Nahdlatul Ulama,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pasuruan, Abdul Karim, mengatakan kegiatan Diklatsar Banser dan PKD Ansor dilaksanakan secara berkala dengan menyasar Pimpinan Anak Cabang (PAC).
“Insyaallah, 15 hari yang akan datang di Winongan. Hari ini di Wonorejo yang ke-27. Kegiatan dimulai Jumat hingga Senin dini hari,” jelas Karim.
Ia menerangkan, materi pelatihan meliputi wawasan kebangsaan, kepemimpinan, ke-NU-an, Aswaja, serta praktik lapangan. Materi tersebut diberikan untuk membekali peserta dengan pengetahuan organisasi sekaligus kemampuan dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Ada hal menarik dalam pelaksanaan Diklatsar kali ini. Panitia memberikan sebutir telur kepada setiap peserta yang harus dijaga selama kegiatan berlangsung. Telur tersebut tidak boleh pecah maupun tertinggal di mana pun peserta berada. Telur tersebut menjadi simbol amanah dan tanggung jawab yang harus dijaga setiap kader. Bagaimana peserta membawa amanah ketika urusan NU diserahkan kepada peserta.
Melalui Diklatsar Banser Angkatan 27 dan PKD GP Ansor Angkatan 24 ini, GP Ansor Wonorejo diharapkan mampu melahirkan kader-kader berkualitas yang siap berkhidmah kepada agama, bangsa, masyarakat, dan Nahdlatul Ulama.(Tya)
