Diduga Bara Tungku Arang Picu Kebakaran Dapur Rumah di Rogojampi, Kerugian Ditafsir.  Rp8 Juta

BANYUWANGI – Kebakaran melanda dapur rumah milik Sulami, 69, di Dusun Lugonto, RT 003/RW 003, Desa Rogojampi, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (18/10/2026) petang. Peristiwa tersebut diduga dipicu bara api dari tungku arang yang belum sepenuhnya padam.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi menerima laporan kebakaran pada pukul 18.08 WIB. Petugas Regu Brama bersama Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) kemudian diberangkatkan dan tiba di lokasi pukul 18.32 WIB.

Petugas mulai melakukan pemadaman pada pukul 18.34 WIB. Berkat penanganan cepat, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.38 WIB. Selanjutnya, petugas melakukan pendinginan dan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Operasi dinyatakan selesai pada pukul 19.55 WIB.

Berdasarkan asesmen awal di lokasi, kebakaran diduga bermula ketika pemilik rumah selesai memasak menggunakan tungku berbahan bakar arang. Setelah berusaha mematikan api, pemilik meninggalkan dapur tanpa memastikan seluruh bara benar-benar padam.

Tidak lama kemudian, warga melihat kobaran api di bagian dapur dan berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan seadanya. Karena api berpotensi merambat ke bagian bangunan lain, warga menghubungi Damkarmat Banyuwangi untuk meminta bantuan.

Api membakar bangunan dapur berukuran sekitar 6 x 4 meter beserta meja. Sebagian konstruksi dapur yang terbuat dari bambu dan kayu diduga turut mempercepat perambatan api.

 

Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp8 juta. Meski demikian, petugas berhasil menyelamatkan bangunan utama rumah beserta perabotannya yang diperkirakan bernilai sekitar Rp250 juta.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, delapan personel Regu Brama dan Redkar dikerahkan dengan dukungan armada serta peralatan pemadam. Unsur kepolisian dan warga setempat juga turut terlibat.

Tidak ada laporan korban meninggal dunia maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. (*)

“Pantang Pulang Sebelum Api Padam.”