Banyuwangi – Hujan yang mengguyur Dusun Gumukcandi, Desa Songgon, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, sejak Rabu pagi (5/8/2026) tidak menyurutkan semangat prajurit TNI bersama masyarakat untuk menuntaskan pembangunan Jembatan Garuda Kodim 0825/Banyuwangi. Di tengah cuaca yang kurang bersahabat, karya bakti terus berlangsung demi mempercepat penyelesaian jembatan yang menjadi akses vital bagi warga.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB itu dipimpin langsung oleh Komandan Koramil (Danramil) 0825/20 Songgon, Kapten Kav Andoko. Ia didampingi Pelda Arief selaku Bati TNI Staf Kodim 0825/Banyuwangi, seorang konsultan teknis, serta personel gabungan dari Koramil 0825/12 Rogojampi, Koramil 0825/13 Singojuruh, dan Koramil 0825/14 Kabat.
Selain personel TNI, pembangunan juga melibatkan delapan tukang dan pembantu tukang serta 20 warga Dusun Gumukcandi yang bergotong royong menyelesaikan pekerjaan meski hujan terus turun.
Jembatan yang memiliki panjang 8 meter, lebar 4 meter, dan berdiri sekitar 6 meter di atas permukaan air itu kini telah mencapai progres pembangunan sebesar 87 persen. Sejumlah pekerjaan utama yang dikerjakan meliputi pemasangan pondasi sayap, penyetrekan batu pondasi dan sayap jembatan, perakitan besi tulangan, pengecoran pagar jembatan, hingga peninggian urugan pada bagian sayap jembatan.
Kapten Kav Andoko menegaskan bahwa kondisi cuaca tidak menjadi hambatan bagi TNI untuk menuntaskan pembangunan yang sangat dinantikan masyarakat.
“Cuaca boleh hujan, tetapi semangat pengabdian kami tidak boleh surut. Jembatan Garuda ini bukan sekadar bangunan beton dan besi, melainkan jembatan harapan bagi masyarakat Gumukcandi menuju kehidupan yang lebih mudah dan sejahtera. Kami akan terus mengawal pembangunannya hingga tuntas 100 persen,” tegasnya.
Menurutnya, capaian progres 87 persen merupakan hasil kerja keras dan sinergi antara TNI, tenaga teknis, serta masyarakat yang bahu-membahu demi menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi warga.
Keberadaan Jembatan Garuda nantinya akan menjadi jalur penghubung penting bagi masyarakat Dusun Gumukcandi. Jembatan ini akan mempermudah akses menuju pasar tradisional, fasilitas kesehatan, sarana pendidikan, sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian menuju pusat perekonomian.
Meski pekerjaan dilakukan di tengah guyuran hujan, seluruh rangkaian karya bakti berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat kembali membuktikan bahwa gotong royong menjadi kekuatan utama dalam membangun desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)
