Banyuwangi — Komitmen menjaga kelestarian wilayah pesisir Banyuwangi semakin diperkuat melalui peluncuran program Coastal Resilience Initiatives yang digagas PT Bumi Suksesindo (BSI). Kegiatan yang berlangsung di Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) Marinir 7 Lampon, Dusun Ringinsari, Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, Senin (27/7/2026), menjadi langkah strategis dalam membangun ketahanan pesisir menghadapi ancaman abrasi dan banjir rob.
Acara tersebut dihadiri Dandim 0825/Banyuwangi Letkol Arm Triyadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., Wakil Bupati Banyuwangi Ir. Mujiono, jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan, Direksi PT BSI, unsur TNI-Polri, Forkopimka, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Program Coastal Resilience Initiatives dirancang untuk memperkuat perlindungan kawasan pesisir melalui pemulihan ekosistem penting, seperti hutan mangrove, hutan pantai, dan terumbu karang. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat pesisir terhadap dampak perubahan iklim.
Dandim 0825/Banyuwangi Letkol Arm Triyadi Indrawijaya menyampaikan bahwa ketahanan wilayah tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga mencakup kemampuan menjaga lingkungan sebagai bagian dari perlindungan terhadap masyarakat.
“Pesisir yang terjaga akan memberikan manfaat besar bagi keberlangsungan hidup masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi perubahan iklim. Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan program ini,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah PT BSI yang melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta masyarakat dalam mewujudkan program pelestarian pesisir yang berkelanjutan.
“Sinergi bersama sangat penting agar rehabilitasi mangrove, perlindungan kawasan pantai, dan pemulihan terumbu karang dapat memberikan manfaat nyata bagi generasi saat ini maupun masa depan,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, dipaparkan sejumlah program utama, di antaranya rehabilitasi 200 hektare kawasan mangrove, pemulihan lebih dari 60 hektare terumbu karang, pengembangan potensi wisata pesisir, serta pemberdayaan masyarakat sekitar.
Peluncuran program kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis dan foto bersama sebagai wujud komitmen lintas sektor dalam membangun kawasan pesisir Banyuwangi yang tangguh, aman, dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, aparat keamanan, dan masyarakat, program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus memperkuat kesejahteraan warga di wilayah pantai Banyuwangi. (*)
