Perkuat Jiwa Nasionalisme, Pasi Ops Kodim 0825/Banyuwangi Bekali Calon Paskibraka 2026 dengan Wawasan Kebangsaan

Banyuwangi – Semangat para calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Banyuwangi Tahun 2026 tidak hanya dibentuk melalui latihan fisik dan keterampilan baris-berbaris, tetapi juga diperkuat dengan pembekalan Wawasan Kebangsaan (Wasbang). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Hotel Tanjung Asri, Banyuwangi, Rabu (5/8/2026), dengan menghadirkan Perwira Seksi Operasi (Pasi Ops) Kodim 0825/Banyuwangi, Kapten Arm Fredy, sebagai pemateri.

Dalam penyampaiannya, Kapten Arm Fredy menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda, khususnya para calon Paskibraka yang merupakan putra-putri terbaik daerah. Menurutnya, seorang anggota Paskibraka tidak hanya bertugas mengibarkan Sang Merah Putih pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam menjaga persatuan, kesatuan, dan semangat cinta tanah air.

Ia menjelaskan bahwa karakter disiplin, integritas, jiwa patriotisme, serta semangat bela negara harus tertanam kuat dalam diri setiap peserta. Dengan bekal tersebut, para calon Paskibraka diharapkan mampu menjadi generasi penerus bangsa yang berkarakter, berwawasan luas, serta mampu menghadapi berbagai tantangan di era modern tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur bangsa.

Pembekalan Wawasan Kebangsaan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Melalui kegiatan ini, Kodim 0825/Banyuwangi menegaskan komitmennya dalam mendukung pembinaan generasi muda yang memiliki karakter tangguh, jiwa nasionalisme yang kuat, serta siap menjadi agen perubahan yang mampu membawa semangat persatuan dan kebangsaan di tengah masyarakat. (*)