BANYUWANGI – Upaya melindungi tanaman padi dari ancaman hama tikus terus dilakukan di wilayah Kecamatan Srono. Babinsa Desa Wonosobo, Koramil 0825-08/Srono, Serka Timbul Suyatno, memimpin gerakan pemberantasan hama tikus melalui metode pengasapan sarang di area persawahan Sumberwangi, Desa Wonosobo, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB itu melibatkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), pemerintah desa, serta para petani. Gerakan ini merupakan langkah terpadu untuk menekan populasi tikus yang berpotensi menyebabkan kerusakan tanaman padi dan mengancam hasil panen.
Metode pengasapan dilakukan dengan memasukkan asap ke dalam lubang persembunyian tikus sehingga hama dapat dikendalikan secara efektif tanpa merusak lahan pertanian. Cara ini dinilai menjadi salah satu solusi yang efektif apabila dilakukan secara serentak dan berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Desa Wonosobo Rudi Santoso, S.Pd., Babinsa Desa Wonosobo Serka Timbul Suyatno, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Wonosobo Maya, Ketua Gapoktan Sriwangi Sutaji, unsur Jogotirto, serta perwakilan petani setempat.
Serka Timbul Suyatno menegaskan bahwa pengendalian hama tikus harus dilakukan secara bersama-sama agar hasilnya lebih maksimal. Menurutnya, sinergi antara TNI, pemerintah desa, penyuluh pertanian, Gapoktan, dan petani menjadi kunci dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Pengendalian hama tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Melalui gerakan bersama seperti ini, populasi tikus dapat ditekan sehingga risiko kerusakan tanaman berkurang dan hasil panen petani dapat dipertahankan,” ujar Serka Timbul.
Selain melakukan pengasapan pada titik-titik yang menjadi sarang tikus, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana koordinasi antara petani dan pendamping pertanian untuk menyusun langkah pengendalian hama secara berkelanjutan. Dengan upaya yang dilakukan secara rutin dan terpadu, diharapkan populasi tikus tetap terkendali sepanjang musim tanam.
Gerakan tersebut mendapat apresiasi dari para petani karena dinilai efektif dalam melindungi tanaman padi dari serangan tikus yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama menurunnya hasil panen.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar. Semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh peserta menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara TNI, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan masyarakat dalam menjaga produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan di Kecamatan Srono. (*)
