BANYUWANGI, Actanews.id — Pencarian korban hanyut di aliran Sungai Badeng, Kecamatan Songgon, memasuki hari kelima dengan tantangan medan yang cukup berat. Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., turun langsung ke lokasi pada Senin pagi untuk memimpin sekaligus memantau proses evakuasi korban yang akhirnya berhasil ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB.
Korban bernama Munirin, warga setempat, dilaporkan hanyut beberapa hari sebelumnya setelah terseret arus deras ketika debit sungai meningkat akibat hujan lebat. Sejak laporan diterima, tim gabungan dari berbagai unsur terus melakukan pencarian mulai dari kawasan hulu hingga titik-titik rawan di sepanjang aliran sungai.
“Sekitar jam 9 lewat, di hari kelima pencarian, korban atas nama Pak Munirin ditemukan. Beliau hanyut beberapa hari yang lalu,” ujar Kapolresta di lokasi kejadian.
Penemuan korban terjadi setelah Bhabinkamtibmas Polsek Songgon, Danramil, Kepala Desa, serta para relawan melakukan penyisiran intensif. Korban ditemukan dalam kondisi terjepit di antara bebatuan besar di dasar sungai. Material tanah dan batu membuat sebagian tubuhnya tertutup, sehingga bagian yang pertama terlihat hanyalah telapak kaki.
Kapolresta menjelaskan bahwa proses evakuasi berjalan sangat sulit karena kondisi medan yang ekstrem. “Sampai hari ini sudah berlangsung sekitar empat jam dan masih proses penggalian. Mudah-mudahan segera terangkat,” ujarnya.
Untuk mempercepat evakuasi, tim mendatangkan alat penyedot air serta peralatan tambahan lainnya mengingat posisi korban berada di celah batu sempit yang tertutup material keras.

Upaya terus dilakukan hingga seluruh tubuh korban berhasil dievakuasi dengan aman. Kapolresta Banyuwangi juga memberikan dukungan moril kepada keluarga korban dan memastikan seluruh proses penanganan berjalan cepat, aman, dan sesuai prosedur.
