Launching dan Bedah Buku Pengawas Pemilu, Ujung Tombak Penegakan Demokrasi di Banyuwangi

Banyuwangi , Actanews.id – Bawaslu Kabupaten Banyuwangi menggelar acara launching dan bedah buku berjudul Pengawas Pemilu Ujung Tombak Penegakan Demokrasi, bertempat di Ballroom Aston Hotel and Conference Center Banyuwangi, Sabtu (28/12). Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB ini menyuguhkan pemaparan mendalam mengenai tantangan dan pengalaman unik para pengawas pemilu di Kabupaten Banyuwangi.

Buku ini ditulis oleh Joyo Adikusumo, Koordinator Divisi SDM, Organisasi, Pendidikan, dan Pelatihan Bawaslu Kabupaten Banyuwangi. Karya ini menggali cerita dan tantangan yang dihadapi oleh para pengawas ad hoc selama Pemilu 2024, mulai dari Panwaslu Kecamatan (Panwascam), Panwaslu Kelurahan/Desa (PKD), hingga Pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Narasumber, H. Syafaat, S.H., M.H.I., Ketua Yayasan Lentera Sastra Banyuwangi,
Narasumber, H. Syafaat, S.H., M.H.I., Ketua Yayasan Lentera Sastra Banyuwangi,

Acara bedah buku menghadirkan dua narasumber kompeten, yaitu H. Syafaat, S.H., M.H.I., Ketua Yayasan Lentera Sastra Banyuwangi, serta Moh. Husen, penulis buku dan jurnalis Radar Jatim.id. Abdul Azis, Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Banyuwangi, bertindak sebagai moderator acara.

Dalam kesempatan tersebut, Joyo Adikusumo mengungkapkan bahwa buku ini bertujuan untuk mendokumentasikan berbagai aspek pelaksanaan pemilu di Banyuwangi, termasuk kejadian unik serta tantangan yang dihadapi oleh para pengawas pemilu. “Acara ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran tentang peran pengawas pemilu dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia,” tambahnya.

Salah satu cerita menarik dalam buku ini adalah pengalaman seorang PKD di Glenmore, yang meski tengah hamil delapan bulan, tetap menjalankan tugasnya dalam kondisi hujan deras saat pemungutan suara 14 Februari 2024. Hal ini mencerminkan dedikasi tinggi para pengawas pemilu di lapangan.

H. Syafaat memberikan apresiasi atas penulisan buku ini yang mencerminkan integritas para pengawas pemilu. Ia menyatakan, “Meskipun penyampaian dalam buku ini masih sederhana, isinya sudah cukup mengena. Pada penerbitan selanjutnya, semoga pembahasannya bisa lebih luas, terutama tentang tantangan di lapangan.”

Sementara itu, Moh. Husen menyoroti tantangan yang dihadapi dalam proses penerbitan buku. “Menulis pengalaman pengawas pemilu bukanlah hal yang mudah, namun buku ini berhasil mendokumentasikan hal-hal yang sering kali terlupakan,” ujar Husen.

Antusiasme peserta, yang terdiri dari Panwascam dan PPK se-Kabupaten Banyuwangi, terlihat jelas dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait pengalaman lapangan dan strategi untuk meningkatkan kualitas pengawasan pemilu di masa depan. Acara ini menjadi ajang penting untuk menggali pemahaman lebih dalam mengenai peran vital pengawas pemilu dalam proses demokrasi di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *