Banyuwangi, actanews.id – Mulai bulan Februari tahun ini, masyarakat kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur dan sekitarnya tidak perlu lagi pergi ke Kota Surabaya untuk berangkat umrah. Bandara Internasional Blimbingsari Banyuwangi akan mulai melayani penerbangan umrah ke Tanah Suci, setelah dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Jaho Mulya Senjaya dan Perhimpunan Penyelenggara Ibadah Umrah (PPIU) wilayah SEKARKIJANG.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut gembira kepastian ini. Menurutnya, ini adalah momen bersejarah bagi masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya. Data dari penyelenggara ibadah umrah menyebutkan bahwa jumlah jamaah umrah dari Banyuwangi dan sekitarnya mencapai 12.000 orang per tahun. Dengan adanya penerbangan umrah langsung dari Bandara Banyuwangi, akan memudahkan masyarakat dalam menunaikan ibadah.
“Alhamdulillah ini momen bersejarah. Kemarin sudah dilaksanakan penadatanganan MoU atau nota kesepahaman. Mulai Februari, berangkat Umroh bisa lewat Banyuwangi. Warga Banyuwangi dan sekitarnya tidak perlu ke Surabaya, sehingga lebih memudahkan. Semoga barokah bagi semuanya,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Rabu (31/1/2024).
Selain itu, Bandara Internasional Banyuwangi juga memiliki desain yang mengakomodasi kearifan lokal masyarakat dalam mengantarkan dan menjemput keluarga yang akan berangkat umrah. Di lantai 2 bandara tersebut, terdapat anjungan luas yang memungkinkan kerabat melihat langsung aktivitas jamaah saat menuju pesawat dan saat pesawat lepas landas.
Bandara Banyuwangi sendiri telah mendapatkan penghargaan Aga Khan Award for Architecture (AKAA) pada September 2022. Penghargaan tersebut menjadikan Bandara Banyuwangi sebagai bandara dengan konsep hijau pertama di Indonesia yang mendapatkan pengakuan internasional. Bandara ini berhasil menyisihkan 463 nominasi bangunan dengan arsitektur terbaik di dunia.
Penandatanganan MoU antara PT Jaho Mulya Senjaya dan PPIU area Sekarkijang menandai komitmen mereka untuk memberangkatkan jamaah umrah langsung dari Bandara Banyuwangi. Penerbangan perdana jamaah umrah akan dilakukan pada 22 Februari mendatang dan diikuti oleh 170 jamaah dari dua PPIU. Penerbangan ini akan menjadi awal dari empat kali penerbangan umrah dalam satu bulan.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi semua pihak yang telah berupaya untuk memajukan Bandara Internasional Banyuwangi. Ia berharap bahwa penerbangan umrah ini mendapatkan berkah dan berjalan lancar. Semoga dengan adanya penerbangan umrah langsung dari Bandara Banyuwangi, akan semakin memudahkan masyarakat dalam menunaikan ibadah umrah. (*)
