Lapas Banyuwangi Gandeng Puskesmas Mojopanggung, Warga Binaan Ikuti Skrining VCT Mobile

BANYUWANGI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi warga binaan. Bersama Puskesmas Mojopanggung, Lapas Banyuwangi menggelar kegiatan skrining Voluntary Counseling and Testing (VCT) Mobile, Sabtu (9/5).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Lapas tersebut diikuti sejumlah warga binaan dengan tertib dan sesuai prosedur pelayanan kesehatan. Pemeriksaan dilakukan oleh tim medis dari Puskesmas Mojopanggung yang berkolaborasi dengan petugas kesehatan Lapas Banyuwangi.

Program VCT Mobile ini menjadi bagian dari langkah deteksi dini terhadap penyakit menular, khususnya Human Immunodeficiency Virus (HIV). Selain pemeriksaan kesehatan, warga binaan juga mendapatkan layanan konseling dan edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat serta upaya pencegahan penyakit menular.

Kepala Lapas Kelas IIA Banyuwangi menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak dasar setiap warga binaan yang harus dipenuhi secara optimal. Menurutnya, skrining kesehatan secara berkala sangat penting untuk memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap terpantau dengan baik.

“Melalui kegiatan VCT Mobile ini, kami ingin memastikan deteksi dini terhadap berbagai risiko penyakit sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi kesehatan yang baik akan mendukung keberhasilan program pembinaan, baik pembinaan kepribadian maupun kemandirian yang dijalankan di dalam Lapas.

Sementara itu, tim kesehatan Puskesmas Mojopanggung menjelaskan bahwa layanan VCT Mobile tidak hanya berfokus pada pemeriksaan medis, tetapi juga memberikan pendampingan psikologis dan edukasi kepada peserta.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini. Dengan adanya konseling dan edukasi, diharapkan warga binaan memahami langkah pencegahan serta pentingnya perilaku hidup sehat,” jelas salah satu petugas kesehatan.

Pelaksanaan skrining berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari warga binaan. Mereka terlihat antusias mengikuti setiap tahapan pemeriksaan maupun konseling yang diberikan tenaga kesehatan.

Selain itu, petugas juga memberikan edukasi terkait stigma negatif terhadap penderita HIV/AIDS agar warga binaan memiliki pemahaman yang benar mengenai penyakit tersebut.

Kerja sama antara Lapas Banyuwangi dan Puskesmas Mojopanggung ini menjadi bentuk sinergi antarinstansi dalam meningkatkan pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan. Kolaborasi tersebut diharapkan terus berlanjut melalui berbagai program kesehatan lainnya yang bermanfaat bagi warga binaan.