Actanews.id – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian bagi warga binaan melalui kegiatan Bimbingan Rohani (Binroh) yang digelar khidmat di Masjid At-Taqwa, Jumat (8/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan mental warga binaan agar mampu memperbaiki diri selama menjalani masa pidana.
Pelaksanaan Binroh kali ini semakin kuat dengan adanya sinergi bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten Banyuwangi dan Pangkalan TNI Angkatan Laut Banyuwangi. Kolaborasi antarinstansi tersebut dinilai mampu memperkuat program pembinaan spiritual sekaligus memberikan edukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkotika kepada warga binaan.
Suasana religius sudah terasa sejak awal kegiatan dimulai. Para warga binaan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tertib dan penuh antusias. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan tausiyah keagamaan yang berisi pesan moral, motivasi kehidupan, serta ajakan untuk meningkatkan keimanan dan menjauhi perilaku negatif, khususnya penyalahgunaan narkoba.
Kepala Lapas Kelas IIA Banyuwangi mengatakan bahwa pembinaan rohani merupakan salah satu program utama dalam membentuk pribadi warga binaan menjadi lebih baik. Menurutnya, penguatan spiritual memiliki peran penting dalam menanamkan kesadaran diri, kedisiplinan, serta tanggung jawab selama menjalani masa pembinaan di dalam lapas.
“Pembinaan rohani menjadi pondasi penting bagi warga binaan untuk memperbaiki diri. Dengan penguatan spiritual, diharapkan mereka mampu menjalani masa pidana dengan lebih baik serta memiliki bekal moral ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan proses pembinaan di lapas tidak hanya bergantung pada aspek pengamanan, tetapi juga pada pendampingan mental dan spiritual yang dilakukan secara berkelanjutan. Oleh sebab itu, pihaknya terus membangun kolaborasi dengan berbagai instansi guna menghadirkan program pembinaan yang positif dan bermanfaat.
Dalam kesempatan tersebut, pihak BNNK Banyuwangi turut memberikan penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba beserta dampaknya terhadap kehidupan pribadi, keluarga, dan lingkungan sosial. Materi yang diberikan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga binaan agar tidak kembali terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika setelah bebas nantinya.
Perwakilan BNNK Banyuwangi menegaskan bahwa rehabilitasi mental dan spiritual merupakan bagian penting dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Melalui pendekatan keagamaan dan penguatan karakter, warga binaan diharapkan mampu membangun komitmen untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat dan produktif.
Sementara itu, kehadiran personel Lanal Banyuwangi menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program pembinaan yang dijalankan Lapas Banyuwangi. Sinergitas antarinstansi dinilai penting dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, kondusif, serta humanis.
Kegiatan Binroh berlangsung penuh kekhusyukan. Para warga binaan terlihat serius mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Sejumlah warga binaan mengaku merasa lebih termotivasi dan mendapatkan ketenangan batin setelah mengikuti pembinaan rohani tersebut.
Melalui kegiatan ini, Lapas Banyuwangi berharap pembinaan kepribadian yang dilakukan mampu memberikan dampak positif terhadap perubahan perilaku warga binaan. Selain menjalani hukuman, mereka juga diharapkan dapat memperbaiki diri, meningkatkan kualitas keimanan, dan siap kembali menjadi pribadi yang lebih baik di tengah masyarakat.

Komitmen menghadirkan program pembinaan yang humanis dan berkelanjutan pun terus diperkuat melalui kolaborasi bersama berbagai pihak. Dengan sinergi tersebut, proses pemasyarakatan diharapkan berjalan optimal dan benar-benar menjadi sarana pembinaan menuju kehidupan yang lebih baik bagi warga binaan. (*)
