Actanews.id – Revitalisasi Pasar Daging Rogojampi di Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, hingga kini belum menunjukkan kejelasan kapan akan dimulai. Para pedagang yang sudah lebih dari sebulan menempati lokasi relokasi yang berjarak sekitar 100 meter dari pasar induk terus mempertanyakan nasib mereka.
Agung Surya Wirawan, Ketua Komunitas Pemerhati Banyuwangi (KPB), menilai pemerintah daerah tidak memenuhi komitmen awalnya. “Pemerintah daerah menjanjikan pembangunan Pasar Rogojampi akan dilakukan pada bulan ini, namun hingga saat ini hanya sekedar suara angin,” ujar Agung (25/7/2024). Ketidakpastian ini berdampak penurunan penghasilan bagi para pedagang yang sudah direlokasi ke tempat lain di sekitar Pasar Rogojampi.
Kondisi ini sangat menyedihkan karena para pedagang membutuhkan tambahan pendapatan untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak-anak mereka.
Agung berharap pemerintah daerah segera merealisasikan revitalisasi Pasar Rogojampi dan memikirkan nasib para pedagang yang mulai kesulitan akibat molornya pembangunan.
Menurut Agung, seharusnya pemerintah memberikan perkembangan informasi mengenai proses revitalisasi Pasar Rogojampi, sehingga pedagang mendapat informasi secara detail.
“Kami menduga ini akibat dari kurang matangnya perencanaan Pemerintah Banyuwangi. Kalau pemerintah daerah tidak tergesa-gesa dalam merelokasi para pedagang, mungkin nasib mereka tidak akan terus merugi seperti saat ini,” tegas Agung.
Sementara itu, Suryadi, seorang petugas keamanan di Pasar Rogojampi, mengatakan kepada media bahwa proses revitalisasi sampai detik ini tidak jelas. “Apa Lahan yang bangunannya sudah dibongkar ini digunakan untuk ajang perlombaan Agustus saja?” tanyanya.
Ketidakjelasan ini menambah beban para pedagang yang sudah berjuang di tengah kesulitan ekonomi. Pemerintah daerah Banyuwangi diharapkan segera memberikan kepastian mengenai revitalisasi Pasar Rogojampi agar para pedagang dapat kembali mendapatkan penghasilan yang normal dan lebih baik.
