MALANG – Lautan pakaian ihram putih memenuhi Lapangan BUMDes Jabung, Kabupaten Malang, Sabtu (30/5/2026). Sejak pukul 06.30 WIB, sekitar Ribuan siswa-siswi yang tergabung dalam IG PAUD Muslimat NU Kecamatan Jabung berkumpul untuk mengikuti kegiatan latihan manasik haji sebagai upaya mengenalkan rukun Islam kelima kepada anak-anak sejak usia dini.
Kegiatan tersebut diikuti peserta didik dari berbagai lembaga PAUD dan TK se-Kecamatan Jabung. Dengan mengenakan pakaian ihram dan busana muslim, para peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang telah disiapkan panitia.
Dalam latihan manasik haji ini, anak-anak mempraktikkan sejumlah tahapan ibadah haji, mulai dari membaca niat haji, wukuf di Arafah, tawaf mengelilingi miniatur Ka’bah, sa’i, hingga melempar jumrah. Seluruh rangkaian dikemas dalam suasana edukatif dan menyenangkan sehingga mudah dipahami oleh peserta didik.
Ketua IG PAUD Muslimat NU Kecamatan Jabung mengatakan, kegiatan manasik haji merupakan bagian dari pendidikan karakter dan pembelajaran agama yang bertujuan menanamkan nilai-nilai keislaman kepada anak sejak dini.
Menurutnya, melalui praktik langsung, anak-anak tidak hanya mengenal tata cara pelaksanaan ibadah haji, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, kesabaran, kebersamaan, dan ketaatan dalam menjalankan ajaran agama.
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut turut dihadiri Kepala Desa Jabung, jajaran Muspika, Muslimat NU Kecamatan Jabung, para kepala sekolah, guru pendamping, serta wali murid. Kehadiran berbagai unsur masyarakat itu menjadi bentuk dukungan terhadap pendidikan karakter dan keagamaan bagi generasi muda.
Di sela kegiatan, Kepala Desa Jabung, Anik Sri Hartatik, mengaku bangga dan terharu melihat antusiasme para peserta. Menurutnya, latihan manasik haji menjadi sarana efektif untuk membentuk karakter anak melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.
“Anak-anak sangat antusias dan tertib. Saya sangat bangga dan terharu melihat mereka mengikuti latihan manasik haji. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan diijabah oleh Allah SWT,” ujar Anik.
Ia menambahkan, kegiatan yang digagas Muslimat NU tersebut sangat positif dalam membangun sikap mental dan karakter anak sejak usia dini.
“Anak-anak belajar disiplin saat mengantre tawaf, sabar ketika menjalani sa’i, kompak bersama teman-temannya, serta taat pada arahan guru. Nilai-nilai inilah yang akan menjadi bekal mereka tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia,” tegasnya.
Salah satu wali murid, Nia, juga menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai latihan manasik haji memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak untuk mengenal ibadah haji secara lebih nyata.
“Saya bahagia sekali dengan kegiatan ini. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun karena sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan agama anak-anak sejak dini,” ujarnya.
Suasana penuh kegembiraan terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para peserta mengikuti setiap tahapan manasik dengan tertib dan penuh semangat. Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak dapat memahami nilai-nilai ibadah sekaligus tumbuh menjadi generasi yang religius, berakhlak mulia, dan memiliki kecintaan terhadap ajaran Islam sejak usia dini. (XL)
