Jembatan Perintis Garuda Resmi Ditasyakuri, Dandim 0825/Banyuwangi: Wujud Nyata Pengabdian TNI untuk Masyarakat

BANYUWANGI – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Kecamatan Cluring, Tegaldlimo, dan Purwoharjo resmi ditandai dengan kegiatan tasyakuran di Dusun Rumping RT 02 RW 07, Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Komandan Kodim 0825/Banyuwangi Letkol Arm. Triyadi Indra Wijaya, S.H., M.I.P., unsur Forkopimka Cluring dan Tegaldlimo, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa, serta warga setempat. Tasyakuran menjadi ungkapan rasa syukur atas rampungnya pembangunan jembatan gantung yang diharapkan mampu mempercepat akses transportasi dan meningkatkan konektivitas masyarakat di wilayah selatan Banyuwangi.

Dalam sambutannya, Dandim 0825/Banyuwangi Letkol Arm. Triyadi Indra Wijaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses pembangunan hingga selesai. Menurutnya, keberhasilan pembangunan Jembatan Perintis Garuda tidak lepas dari sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Forkopimka, dan masyarakat.

“Terima kasih kepada Forkopimka Cluring, Tegaldlimo, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan penuh selama proses pembangunan. Jembatan ini merupakan wujud nyata pengabdian TNI AD melalui program Karya Bakti dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat,” ujar Dandim.

Ia menjelaskan, selain pembangunan jaringan irigasi, Jembatan Perintis Garuda merupakan salah satu program Karya Bakti TNI AD yang bertujuan mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di daerah. Setelah seluruh proses selesai, jembatan tersebut akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk dikelola dan dipelihara sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Dandim juga mengungkapkan bahwa Jembatan Perintis Garuda merupakan jembatan ketiga yang berhasil dibangun oleh Kodim 0825/Banyuwangi. Saat ini, Kodim juga tengah melanjutkan pembangunan Jembatan Aramko dan Jembatan Beton sebagai bagian dari komitmen TNI dalam meningkatkan aksesibilitas dan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur.

Rangkaian tasyakuran ditutup dengan doa bersama yang dipimpin sesepuh adat Desa Plampangrejo bersama Ustaz Usman. Suasana kebersamaan semakin terasa melalui ramah tamah dan makan tumpeng bersama seluruh tamu undangan dan masyarakat.

Acara berlangsung aman, tertib, dan penuh kekeluargaan hingga berakhir pada pukul 17.15 WIB.

Keberadaan Jembatan Perintis Garuda diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta semakin memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Banyuwangi. (*)