PERUMDA TIRTA KANJURUHAN KEMBALI BERKONTRIBUSI DALAM IGA 2026, 37 INOVASI DIAJUKAN UNTUK PERKUAT KABUPATEN MALANG SEBAGAI DAERAH INOVATIF

Malang, September 2026 – Sebagai bentuk komitmen nyata dalam memperkuat budaya inovasi di Kabupaten Malang, Perumda Tirta Kanjuruhan kembali berpartisipasi aktif dalam ajang Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026. Pada ajang tahunan ini, Perumda Tirta Kanjuruhan secara resmi mengajukan 37 inovasi unggulan yang mencakup berbagai bidang pelayanan, digitalisasi, tata kelola perusahaan, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Langkah ini merupakan bagian dari kontribusi Perumda Tirta Kanjuruhan untuk mendukung Pemerintah Kabupaten Malang dalam mempertahankan dan meningkatkan predikat sebagai daerah inovatif. Setelah sukses meraih predikat Kabupaten Terinovatif pada IGA 2025, Pemkab Malang pada tahun 2026 terus mendorong seluruh perangkat daerah, BUMD, hingga jajaran kecamatan untuk memperkuat ekosistem inovasi secara berkelanjutan.

Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan, H. Syamsul Hadi, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa keikutsertaan dalam IGA bukan sekadar mengejar penghargaan semata, melainkan momentum penting untuk mengukur serta mendokumentasikan terobosan yang telah dijalankan.

“Keikutsertaan Perumda Tirta Kanjuruhan dalam IGA 2026 merupakan bentuk komitmen kami untuk terus berkembang. Sebanyak 37 inovasi yang kami ajukan menggambarkan upaya perusahaan dalam melakukan transformasi dan peningkatan kualitas pelayanan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” ujar Syamsul Hadi.

Inovasi Menyeluruh dari Pelayanan Hingga Tata Kelola

37 inovasi yang dikembangkan oleh Perumda Tirta Kanjuruhan menyasar berbagai lini operasional perusahaan. Terobosan ini dirancang untuk menjawab tantangan pelayanan air minum agar semakin cepat, efektif, transparan, dan berbasis teknologi modern. Beberapa inovasi unggulan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan operasional teknis antara lain:

• Pelayanan & Pembayaran: Mobile Meter Reading (MMR), KALIMERI (Kalibrasi Meter Air Berbasis Android), TOP-G, SIMPEL, CAK PAY, serta program SIMPATI (Subsidi Inklusif bagi Masyarakat Prioritas dan Tempat Ibadah).

• Pengawasan & Kualitas Air: Smart Water Quality (E-Sisa Chlor), SIMPATIK, eSPAM, dan Internet of Things – Online Monitoring SPAM (IoT-OMS).

• Manajemen & Digitalisasi Internal: SI-Kawan, PIAWAI, SmartOffice, TLC (Tirta Kanjuruhan  Learning Center), E-Surat, SISUKA, dan E-Presensi.

Seluruh inovasi ini akan menjalani tahapan penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID) IGA 2026 yang meliputi pelaporan data pendukung, video inovasi, serta verifikasi dan validasi oleh tim teknis.

Berorientasi pada Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Hingga pertengahan Juli 2026, Pemerintah Kabupaten Malang telah mencatatkan sebanyak 239 inovasi ke dalam sistem IID. Hal ini membuktikan tingginya partisipasi seluruh jajaran daerah  dalam memperkuat ekosistem inovasi.

Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan berharap partisipasi perusahaan dalam IGA 2026 dapat memberikan dampak positif bagi skor inovasi daerah sekaligus menjadi bahan evaluasi internal.

“Yang terpenting dari seluruh inovasi ini adalah manfaat dan keberlanjutannya. Penghargaan tentu menjadi motivasi, tetapi tujuan utama kami adalah bagaimana inovasi ini benar-benar memberikan dampak nyata, baik bagi efisiensi perusahaan maupun kemudahan bagi masyarakat sebagai pelanggan,” tutupnya. (*)