Jalan Lorokan–Sidowayah Kejayan Dipaving 1,2 Kilometer, Progres Pekerjaan Capai 40 Persen

Foto : Tampak pekerja saat menggelar hamparan pasir sebelum pemasangan paving.

PASURUAN, Actanews.id — Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) melakukan rekonstruksi Jalan Lorokan–Sidowayah, Kecamatan Kejayan. Penanganan jalan tersebut dilakukan melalui pavingisasi sepanjang 1,2 kilometer dengan lebar sekitar 3,5 meter.

Selain pavingisasi, pekerjaan yang bersumber dari APBD melalui Dana Alokasi Umum (DAU) itu juga mencakup pembangunan dan perbaikan saluran pembuang air di sisi kanan dan kiri jalan. Penanganan saluran dilakukan pada sejumlah titik sesuai gambar dan kontrak pekerjaan.

Pelaksana proyek dari CV Anugerah Inti Teknik, Pingki, mengatakan progres pekerjaan hingga memasuki minggu keempat telah mencapai sekitar 40 persen.

“Memasuki minggu keempat, progres sudah di angka 40 persen secara keseluruhan. Bahkan ada deviasi plus sekitar 5 persen,” kata Pingki, Selasa (1/9/2026) siang.

Menurutnya, pelaksanaan pekerjaan sejauh ini berjalan relatif lancar. Kendala utama lebih berkaitan dengan kondisi medan yang cukup sulit, terutama dalam mobilisasi material menuju lokasi pekerjaan.

“Alhamdulillah relatif tidak ada kendala, hanya medannya saja yang cukup sulit,” ujarnya.

Untuk penyelesaian bagian tepi atau bahu jalan, pihak pelaksana menggunakan perkerasan beton sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan. Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari tahapan finishing untuk memperkuat sekaligus merapikan konstruksi jalan.

Proyek rekonstruksi Jalan Lorokan–Sidowayah tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp1,296 miliar dengan waktu pelaksanaan 90 hari kalender.

Warga Sambut Baik Perbaikan Jalan

Sementara itu, Samsuri, warga setempat sekaligus Kasi Perencanaan Desa Lorokan, menyambut baik pembenahan jalan tersebut.

Menurutnya, jalan yang menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat itu sudah lebih dari 20 tahun tidak mendapatkan pembenahan secara berarti.

Samsuri bahkan masih mengingat kondisi jalan tersebut sejak dirinya masih kecil. Ia mengaku dahulu kerap melewati jalan tersebut bersama ibunya ketika mengambil air bersih dari sumber mata air yang berada cukup jauh dari tempat tinggalnya.

“Ini satu-satunya jalan yang ada. Sejak saya kecil, waktu ambil air bersama ibu, ya lewat jalan ini. Sudah rusak dan kecil jalannya. Baru kali ini, tahun 2026, ada pembenahan. Terima kasih Pemerintah Kabupaten Pasuruan,” ungkapnya.

Ia berharap perbaikan jalan tersebut dapat meningkatkan akses dan mobilitas masyarakat, sekaligus mendukung aktivitas warga Desa Lorokan dan wilayah sekitarnya.

Dengan adanya rekonstruksi tersebut, masyarakat berharap akses jalan yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan dapat menjadi lebih aman, nyaman, dan mendukung aktivitas perekonomian warga. (Tya)