Foto : Penyedia percepat pembangunan Jalan Usaha Tani untuk permudah mobilisasi pertaniam
Pasuruan, Actanews.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) terus merealisasikan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di sejumlah wilayah kecamatan. Pembangunan infrastruktur pertanian ini bertujuan mempermudah akses petani menuju lahan sekaligus mempercepat pengangkutan hasil panen ke titik distribusi maupun pasar.
Salah satu pembangunan JUT tersebut berada di Dusun Bandrek, Desa Mojotengah, Kecamatan Sukorejo. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis (15/10) siang, pekerjaan pembangunan JUT menuju kawasan lahan pertanian setempat masih berlangsung.
Saat ini, pelaksanaan kegiatan difokuskan pada pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di kedua sisi jalan, masing-masing sepanjang 102 meter. Setelah pekerjaan TPT selesai, kegiatan akan dilanjutkan dengan pemasangan paving sepanjang 204 meter dengan lebar 1,5 meter.
Mudji, mandor lapangan dari CV Arjuna Marya Perkasa selaku pelaksana kegiatan, mengatakan bahwa pengerjaan saat ini masih berfokus pada penyelesaian TPT di kedua sisi jalan.
“Untuk saat ini, kami masih fokus menyelesaikan pembangunan TPT di kedua sisi, masing-masing sepanjang 102 meter. Setelah pekerjaan TPT selesai, baru dilanjutkan dengan pemasangan paving sepanjang 204 meter dengan lebar 1,5 meter,” ujar Armudji.
Menurutnya, percepatan penyelesaian tahapan pekerjaan tersebut menjadi bagian penting agar akses jalan menuju lahan pertanian segera dapat dimanfaatkan dengan lebih baik oleh para petani tanpa mengabaikan ketentuan teknis.
Kepala DKPPP Kabupaten Pasuruan, Ainur Alfiyah, menyampaikan bahwa pembangunan JUT merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan sektor pertanian. Ketersediaan infrastruktur yang memadai menjadi faktor penting untuk menunjang kegiatan produksi dan distribusi hasil pertanian.
“Pembangunan Jalan Usaha Tani ini diharapkan dapat mempermudah akses petani menuju lahan, memperlancar pengangkutan hasil produksi, serta mengurangi waktu dan biaya transportasi. Dengan demikian, kegiatan usaha tani bisa berjalan lebih efisien dan berdampak positif terhadap kesejahteraan petani,” ujarnya.
Alfiyah, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa dukungan infrastruktur pertanian juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan melalui kelancaran kegiatan budidaya tanaman pangan, hortikultura, dan komoditas perkebunan di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Manfaat pembangunan JUT tersebut turut dirasakan Noto, warga setempat yang sehari-hari bekerja sebagai petani. Ia mengaku senang karena akses menuju sawah kini semakin mudah, terutama untuk menunjang aktivitas pertanian dan pengangkutan hasil panen.
“Saya sangat senang karena jalan menuju sawah sekarang semakin mudah. Kalau mengangkut hasil pertanian, tentu bisa lebih cepat dan hemat biaya. Kami sebagai petani sangat terbantu dengan pembangunan JUT ini,” kata Noto.
Ia menjelaskan, sebelumnya jalan usaha tani di kawasan tersebut memang sudah tersedia. Namun, aksesnya belum menjangkau hingga ujung lahan sawah sehingga petani masih mengalami kendala ketika menuju bagian lahan yang lebih jauh.
“Sudah ada jalannya, tetapi belum sampai ke ujung sawah. Alhamdulillah, sekarang dibangun lebih panjang sehingga aksesnya semakin mudah, saya dan pemilik sawah lainnya sangat senang dan terbantu,” ungkapnya.
Pada musim tanam kali ini, Noto dan petani Mojotengah lainnya menanam jagung di lahan pertaniannya. Ia berharap keberadaan JUT yang semakin memadai dapat menunjang aktivitas budidaya hingga masa panen, terutama dalam mempermudah pengangkutan hasil produksi.
Pembangunan JUT di Dusun Bandrek, Desa Mojotengah, ini menjadi salah satu bentuk dukungan infrastruktur Pemerintah Kabupaten Pasuruan bagi masyarakat pertanian serta dapat mendorong efisiensi usaha tani, memperkuat perekonomian pedesaan, serta meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Pasuruan.(Tya)
