Panen Raya Lapas Banyuwangi Dukung Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

Banyuwangi,  Actanews.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menggelar kegiatan panen raya pada Kamis (15/1/2026), di Sarana Asimilasi dan Edukasi  (SAE) milik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi, di Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur, Kadiyono, Bc.IP., S.I.P., M.Si., bersama seluruh Kepala Lapas se-Jawa Timur, serta unsur Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Panen raya tersebut merupakan bagian dari kegiatan panen serentak yang dilaksanakan oleh seluruh Kantor Wilayah Ditjenpas se-Indonesia, sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional dan swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.

Kakannwil, Kadiyono, Bc.IP., S.I.P., M.Si.
Kakannwil, Kadiyono, Bc.IP., S.I.P., M.Si.

Dalam keterangannya, Kadiyono menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan panen raya di sarana asimilasi dan edukasi Lapas Banyuwangi yang memiliki lahan seluas 2,2 hektare. Lahan tersebut ditanami berbagai komoditas pertanian, seperti padi, semangka, jagung, tanaman hortikultura lainnya, serta dilengkapi dengan kolam budidaya ikan lele.

“Pemasyarakatan juga berkontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan ketahanan pangan masyarakat Banyuwangi. Kegiatan ini melibatkan warga binaan yang telah memenuhi syarat sebagai tenaga kerja produktif,” ujar Kadiyono.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, stakeholder terkait, serta aparat penegak hukum lainnya. Menurutnya, sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan Lapas menjadi kunci utama keberhasilan program ketahanan pangan tersebut.

Lebih lanjut, Kadiyono menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga sebagai sarana pembinaan dan transfer ilmu kepada warga binaan.

Melalui kerja sama dengan Dinas Pertanian dan dukungan Bupati Banyuwangi, warga binaan dibekali keterampilan bertani sebagai modal ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Kami memiliki tugas dan kewajiban memberikan bekal pembinaan kepribadian dan kemandirian kepada warga binaan. Dengan keterampilan ini, diharapkan setelah bebas mereka memiliki keahlian, lapangan kerja, dan mampu mengurangi potensi kriminalitas,” jelasnya.

Kadiyono juga menyampaikan bahwa sebagian hasil panen raya tersebut akan disalurkan sebagai bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sesuai arahan Menteri.

Wabup Banyuwangi,  Mujiono
Wabup Banyuwangi, Mujiono

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menyampaikan apresiasi atas program yang dijalankan Lapas Banyuwangi. Ia menilai kegiatan tersebut sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Banyuwangi.

“Program ini mendukung peningkatan produktivitas, pemanfaatan lahan terbatas, serta peningkatan keterampilan dan edukasi warga binaan. Harapannya, ketika mereka keluar dari lapas, sudah memiliki keterampilan yang memadai untuk mandiri dan diterima kembali di masyarakat,” ujar Mujiono.

Ia menambahkan bahwa pembekalan keterampilan bagi warga binaan akan memberikan harapan masa depan yang lebih baik, meningkatkan kesejahteraan keluarga setelah bebas. (Tim)