Babinsa Kabat Terjun ke Sawah, Terapkan Pertanian Modern PM-AAS di Dusun Bodean

BANYUWANGI — Upaya mendukung ketahanan pangan terus dilakukan jajaran TNI melalui pendampingan langsung kepada para petani. Babinsa Koramil 0825/14 Kabat, Sertu Tofan Hermoko, turun langsung ke sawah mendampingi Kelompok Tani (Poktan) Sidorejo dalam menerapkan sistem pertanian modern PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agriculture System).

Kegiatan penanaman padi tersebut dilaksanakan pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 07.00 WIB, bertempat di area persawahan Dusun Bodean, Desa Kabat, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi.

Penerapan metode PM-AAS menjadi salah satu langkah untuk mendorong peningkatan produktivitas sekaligus efisiensi dalam pengelolaan lahan pertanian. Sistem pertanian modern tersebut diharapkan mampu membantu petani meningkatkan hasil produksi serta menghadapi tantangan perubahan kondisi cuaca.

Dalam kegiatan itu, Sertu Tofan Hermoko tidak hanya memberikan pendampingan, tetapi juga terjun langsung bersama para petani dalam proses penanaman padi.

Kehadiran Babinsa mendapat apresiasi dari Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Nuryo Sukarnoto, anggota PPL Kabat Dian, Ketua Poktan Kabat Ihsan, serta seluruh anggota Poktan Sidorejo Dusun Bodean yang ikut dalam kegiatan tersebut.

“Sebagai Babinsa, kami wajib hadir dan mendampingi petani. Tujuannya agar program pertanian modern ini berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan petani,” ujar Sertu Tofan Hermoko di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, pendampingan kepada petani merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara TNI, penyuluh pertanian, dan masyarakat dalam mendukung program pemerintah, khususnya di sektor ketahanan pangan.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pertanian yang lebih produktif, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Sinergi antara Babinsa, PPL, dan kelompok tani diharapkan dapat terus terjaga sehingga penerapan pertanian modern tidak berhenti pada proses penanaman, tetapi berlanjut hingga pemeliharaan dan panen.

Dengan keterlibatan langsung aparat kewilayahan bersama petani, program ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Kabat diharapkan semakin kuat dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)