ROGOJAMPI – Forum Komunikasi Kecamatan Sehat (FKKS) Rogojampi resmi memulai masa bakti 2026–2028 melalui kegiatan penguatan kelembagaan yang digelar di Pendopo Kecamatan Rogojampi, Selasa (21/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, seluruh pemangku kepentingan diajak tandang bareng membangun lingkungan yang aman, sehat, bersih, indah, dan berdaya sebagai bagian dari upaya menyongsong Indonesia Emas 2045.
Penguatan kelembagaan FKKS Rogojampi menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antara pemerintah kecamatan, puskesmas, pemerintah desa, satuan pendidikan, hingga berbagai unsur masyarakat. Selain penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan baru, kegiatan ini juga diisi dengan pemaparan materi, berbagi praktik baik, serta penyusunan komitmen bersama dalam mendukung program Kecamatan Sehat.
Camat Rogojampi, Satrio, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Kecamatan Sehat tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Harapannya pengurus baru memiliki semangat untuk membenahi sekretariat, memperkuat sinergi dengan Pokja Desa Sehat, serta terus mendorong upaya pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program yang telah berjalan,” ujar Satrio.
Satrio yang juga menjabat sebagai Camat Songgon mengatakan bahwa semangat tandang bareng harus menjadi budaya kerja seluruh pihak. Dengan kebersamaan dan kolaborasi yang kuat, berbagai persoalan kesehatan, kebersihan lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat dapat diselesaikan secara lebih efektif.
Ia menambahkan, semangat gotong royong tersebut merupakan fondasi penting dalam menyiapkan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Karena itu, seluruh pihak diharapkan tidak hanya berperan sebagai pelaksana program, tetapi juga menjadi penggerak perubahan di lingkungannya masing-masing.
Dukungan terhadap penguatan FKKS Rogojampi juga datang dari sektor kesehatan. Kepala Puskesmas Gitik, drg. Ai Nurul Hidayah, mengingatkan pentingnya mendokumentasikan setiap praktik baik yang dilakukan sebagai bagian dari evaluasi sekaligus pembelajaran bersama.
“Praktik baik jangan hanya menjadi cerita. Semua kegiatan perlu didokumentasikan melalui foto, alur waktu kegiatan, serta administrasi yang tertib sehingga dapat menjadi bukti sekaligus inspirasi bagi wilayah lain,” ungkapnya.
Menurutnya, dokumentasi yang baik akan mempermudah proses monitoring, evaluasi, hingga penyebarluasan inovasi pelayanan kesehatan. Dengan demikian, setiap keberhasilan di tingkat kecamatan maupun desa dapat direplikasi oleh wilayah lain.
Dalam kesempatan yang sama, Pembina UKS SMP Negeri 3 Rogojampi, M. Fahris, S.Pd., membagikan pengalaman sekolahnya dalam membangun kolaborasi bersama Puskesmas. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui berbagai program kesehatan peserta didik, termasuk layanan yang ramah bagi anak berkebutuhan khusus.
Fahris menjelaskan bahwa sinergi antara sekolah dan tenaga kesehatan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan di lingkungan pendidikan. Selain edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, peserta didik juga mendapatkan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Sementara itu, Hanifah, perwakilan Pokja Desa Sehat Pengatigan, menyampaikan bahwa pelaksanaan program Desa Sehat di wilayahnya berjalan dengan baik. Pengalaman tersebut mendapat apresiasi dari para Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra) se-Kecamatan Rogojampi yang hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bahan pembelajaran bersama.
Acara yang dipandu Koordinator PLKB Rogojampi, Saiful Bahri, S.K.M., turut menghadirkan narasumber dari Forum Banyuwangi Sehat, Dewi Anggorowati. Dalam paparannya, Dewi menjelaskan pentingnya penguatan kelembagaan FKKS, optimalisasi Rumah Desa Sehat, implementasi sembilan tatanan Kabupaten Sehat, serta pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Menurut Dewi, keberhasilan Kabupaten Sehat tidak hanya diukur dari kelengkapan administrasi, tetapi juga dari partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan kualitas hidup, serta membangun budaya hidup sehat secara berkelanjutan.
“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang terus mendukung terwujudnya Banyuwangi Sehat. Semoga semangat kolaborasi ini semakin menguat sehingga Banyuwangi kembali mampu meraih penghargaan Swasti Saba Wistara,” ujarnya.
Melalui kepengurusan baru FKKS Rogojampi yang dipimpin duet Drs. Yaseni, M.Pd. dan Andi Budi Setiawan, S.Pd., seluruh peserta menyatakan komitmennya untuk memperkuat koordinasi lintas sektor sebagai tindak lanjut dari berbagai aspirasi masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, fasilitas kesehatan, sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat terwujudnya kecamatan yang sehat, mandiri, dan berdaya saing.
Semangat FKKS Rogojampi tandang bareng bukan sekadar slogan, melainkan sebuah gerakan bersama untuk membangun kualitas hidup masyarakat mulai dari lingkungan terkecil. Ketika setiap individu, lembaga, dan komunitas saling bergandengan tangan, cita-cita menghadirkan generasi sehat, produktif, dan berkarakter menuju Indonesia Emas 2045 akan semakin mudah diwujudkan.
Mari ambil bagian dalam gerakan Kecamatan Sehat dengan memulai dari hal-hal sederhana di sekitar kita. Menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup sehat, serta mendukung setiap program pemberdayaan masyarakat adalah langkah nyata yang dapat dilakukan bersama demi Banyuwangi yang semakin sehat, tangguh, dan menginspirasi Indonesia.
Penulis:Andi Budi Setiawan
