BANYUWANGI – Upaya membentuk generasi muda yang disiplin, tangguh, dan berkarakter terus dilakukan SMKS Muhammadiyah 3 Tegaldlimo. Salah satunya melalui kegiatan Bimbingan Mental dan Fisik (Bimtalsik) serta Pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang bekerja sama dengan Koramil 0825/09 Tegaldlimo.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (21/7/2026) mulai pukul 07.00 WIB di Lapangan Desa Tegaldlimo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi ini diikuti oleh 143 siswa Kelas XI, terdiri atas 108 siswa putra dan 35 siswa putri.
Pelatihan diawali dengan upacara pembukaan, dilanjutkan pengarahan dari Bati Tuud Koramil 0825/09 Tegaldlimo. Sebelum memasuki materi inti, seluruh peserta mengikuti senam pemanasan untuk menjaga kebugaran dan meminimalkan risiko cedera.
Selanjutnya, para siswa dibagi menjadi enam kelompok yang masing-masing didampingi instruktur dari Koramil 0825/09 Tegaldlimo. Mereka mendapatkan materi Peraturan Baris Berbaris (PBB), pembinaan mental dan fisik, serta penanaman nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama. Kegiatan ditutup dengan penyeruan yel-yel kebersamaan yang semakin membangkitkan semangat para peserta.
Kepala SMKS Muhammadiyah 3 Tegaldlimo, Rahmi Nur Aini, M.Pd., mengatakan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keahlian vokasi, tetapi juga memiliki mental yang kuat.
“Pelatihan Bimtalsik dan PBB ini merupakan langkah strategis sekolah untuk membentuk karakter siswa yang disiplin, tangguh, dan berakhlak mulia. Kami ingin para siswa Kelas XI tidak hanya unggul secara akademis dan keahlian vokasi, tetapi juga memiliki ketahanan mental serta sikap pantang menyerah dalam menghadapi tantangan dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat di masa depan. Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Koramil 0825/09 Tegaldlimo atas dedikasi dan pendampingannya,” ujar Rahmi.
Sementara itu, Bati Tuud Koramil 0825/09 Tegaldlimo, Peltu M. Harun Rofiq, menegaskan bahwa pelatihan PBB dan Bimbingan Mental bukan sekadar melatih kemampuan baris-berbaris maupun fisik, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter generasi muda.
“Latihan PBB dan Bimbingan Mental ini bukan sekadar belajar berbaris atau olah fisik semata, melainkan sarana untuk menanamkan jiwa korsa, rasa tanggung jawab, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan sejak dini. Kami berharap para siswa mampu menerapkan sikap disiplin, patuh terhadap aturan, serta memiliki semangat pantang menyerah, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Melalui sinergi antara dunia pendidikan dan TNI, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, berintegritas, serta siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan dengan semangat disiplin, tanggung jawab, dan jiwa kebangsaan yang kuat.
