Kementerian Kebudayaan RI: Pelestarian Keris Perkuat Nilai Kebangsaan Nusantara

JAKARTA – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menegaskan bahwa pelestarian budaya, termasuk keris, memiliki peran penting dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan, karakter bangsa, dan semangat demokrasi di tengah masyarakat. Budaya yang terjaga diyakini mampu melahirkan generasi yang berintegritas, berkarakter, serta memiliki kesadaran tinggi terhadap tanggung jawab sebagai warga negara.

Momentum Hari Keris Nasional yang diperingati setiap 19 April menjadi bentuk nyata dukungan terhadap pelestarian warisan budaya bangsa. Peringatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga sarana membangun kembali kesadaran kolektif masyarakat terhadap nilai-nilai luhur budaya tradisional Indonesia.

Dalam rangka memperingati Hari Keris Nasional 2026, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bekerja sama dengan Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI), Museum dan Cagar Budaya, serta Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menggelar rangkaian kegiatan bertema “Warisan Pusaka Lintas Generasi.” Acara berlangsung mulai 23 Mei hingga 28 Juni 2026 di Museum Pusaka TMII, Jakarta.

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menegaskan bahwa keris merupakan bagian penting dari perjalanan panjang peradaban Nusantara.

“Pelestarian keris merupakan perjalanan peradaban Nusantara, representasi kearifan lokal, pengetahuan tradisional, teknologi metalurgi, estetika seni, serta filosofi kehidupan yang berkembang dalam berbagai budaya di Indonesia selama berabad-abad,” ujar Fadli Zon dalam keterangannya, Sabtu (24/5/2026).

Menurutnya, keris tidak hanya dipandang sebagai artefak budaya semata, tetapi juga karya seni bernilai tinggi yang mencerminkan kecerdasan, kreativitas, dan filosofi hidup masyarakat Nusantara sejak masa lampau.

Peringatan Hari Keris Nasional 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat peran generasi muda dalam menjaga, memahami, dan mewariskan pusaka bangsa kepada generasi berikutnya. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperteguh identitas budaya nasional di tengah derasnya arus globalisasi.

Hari Keris Nasional diperingati setiap tanggal 19 April sebagai bentuk penghormatan terhadap keris yang telah diakui dunia sebagai salah satu warisan budaya tak benda dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi. Pengakuan internasional tersebut diberikan oleh UNESCO pada tahun 2005 melalui penetapan keris Indonesia sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity.

ILHAM TRIADI bersama Dengan KPH. Wiwoho Basuki Tjokronegoro , Ketua SNKI pertama 2006 -2011
ILHAM TRIADI bersama Dengan KPH. Wiwoho Basuki Tjokronegoro , Ketua SNKI pertama 2006 -2011

Dengan pengakuan tersebut, keris tidak hanya menjadi milik komunitas perkerisan, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh bangsa Indonesia untuk terus dijaga, dilestarikan, dan diwariskan lintas generasi. (Ilhan)