Ketua Kickboxing Banyuwangi, Alex Budi Setiyawan Apresiasi Pelatihan Pelatih oleh KONI-UNESA, Siap Matangkan Atlet Menuju Porprov 2027

Foto : Alex Budi Setiyawan, Kapolresta Banyuwangi  dan Ketua Koni Banyuwangi 

BANYUWANGI, Actanews.id – KONI (Komute Olahraga Nasiional Indonesia) Kabupaten Banyuwangi bersama Universitas Negeri Surabaya dan KONI Jawa Timur menggelar pelatihan pelatih fisik bagi atlet usia muda di Aula Kantor KONI Banyuwangi, Kamis (21/5/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem pembinaan olahraga prestasi di Banyuwangi menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

Pelatihan Pelatih cabor Koni Banyuwangi
Pelatihan Pelatih cabor Koni Banyuwangi

 

M.Habibi Alwi Maulana (pelatih KBI Banyuwangi)
M.Habibi Alwi Maulana (pelatih KBI Banyuwangi)

Pelatihan tersebut menghadirkan sejumlah pemateri berpengalaman, yakni Prof. Dr. Nurkholis, Dr. Achmad Widodo, dan Dr. Irmantara Subagio. Materi yang diberikan berfokus pada teknik kebugaran atlet usia muda, aplikasi ilmu keolahragaan, hingga pola pembinaan atlet secara modern dan berkelanjutan.

Ketua Kickboxing Banyuwangi, Alex Budi Setiyawan, M.H., mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan wawasan baru bagi para pelatih dalam membina atlet secara menyeluruh, mulai dari aspek latihan, kondisi fisik, mental, hingga pemenuhan nutrisi atlet.

“Materi yang kami terima hari ini sangat luar biasa. Kami belajar bagaimana atlet harus benar-benar dirawat dari awal hingga akhir. Pelatih juga harus memahami komposisi latihan, kondisi atlet, nutrisi, hingga pengawasan fisik secara menyeluruh,” ujar Alex.

Ia menegaskan, seorang pelatih tidak cukup hanya memberikan instruksi di lapangan, melainkan juga harus mendampingi atlet secara inklusif. Menurutnya, pembinaan atlet membutuhkan perhatian terhadap pola makan, kesehatan mental, serta kesiapan menghadapi berbagai ajang olahraga seperti Kejurkab, hingga Porprov.

Alex menambahkan, Kickboxing Banyuwangi ke depan akan lebih fokus pada penguatan nutrisi atlet sebagai salah satu faktor utama dalam meningkatkan prestasi olahraga. Pihaknya ingin memastikan seluruh atlet mendapatkan pendampingan yang tepat dan terukur dalam setiap tahapan latihan.

“Kami ingin memastikan atlet mendapatkan nutrisi yang baik dan pengawasan fisik yang teratur. Atlet tidak harus dipaksa menjadi sempurna secara instan, tetapi harus diukur dan dibina proses perkembangannya dari awal sampai akhir,” jelasnya.

Tak hanya itu, hasil pelatihan tersebut nantinya juga akan disosialisasikan kepada seluruh pengurus dan atlet Kickboxing Banyuwangi. Bahkan, pihaknya berencana melakukan edukasi langsung ke sekolah-sekolah dan pondok pesantren guna meningkatkan kesadaran pentingnya olahraga dan nutrisi bagi atlet muda.

“Kami akan all out untuk pembinaan atlet Kickboxing Banyuwangi. Walaupun cabang ini masih berkembang di Kabupaten Banyuwangi, kami akan berupaya maksimal agar kebutuhan nutrisi atlet tetap tercukupi. Alhamdulillah.ada pihak dan founder yang siap membantu mendukung perkembangan atlet-atlet kami,” tambah Alex.

Dalam kesempatan itu, Alex juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H.. atas dukungan dan kepeduliannya terhadap perkembangan olahraga prestasi di Banyuwangi, khususnya cabang kickboxing.

“Kami sangat mengapresiasi Kapolresta Banyuwangi, Bapak Rofiq, yang sangat antusias mendukung perkembangan cabang olahraga prestasi di Banyuwangi, termasuk Kickboxing,” katanya.

Saat ini, Kickboxing Banyuwangi tengah mempersiapkan diri menghadapi Porkab ,(Pekan olahraga Kabupaten) 2026 sebagai bagian dari proses pembinaan menuju Porprov 2027. Berbagai langkah strategis telah dilakukan, mulai dari sosialisasi ke sekolah dan pondok pesantren hingga persiapan penyelenggaraan event olahraga yang lebih besar dan kompetitif.

“Kami ingin Porkab Kickboxing 2026 nanti menjadi ajang yang megah dan mampu melahirkan banyak atlet potensial untuk dipersiapkan menuju Porprov 2027,” pungkas Alex. (Tim Humas KBI Bwi)