BANYUWANGI – Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW-FRN) Banyuwangi kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga etika, solidaritas, dan kekompakan organisasi. Di tengah dinamika internal yang dinilai sebagai hal wajar, seluruh anggota diingatkan agar tidak menjadikan perbedaan sebagai pemicu konflik atau perpecahan.
Ketua DPC PW-FRN Banyuwangi, Agus Samiaji, menegaskan bahwa organisasi ini dibangun di atas fondasi kebersamaan, loyalitas, serta tujuan bersama untuk memperjuangkan profesi wartawan yang profesional dan berintegritas.
“Setiap anggota harus mampu menjaga ucapan dan tindakan agar tidak menimbulkan konflik internal yang merugikan organisasi,” tegas Agus.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap perkataan memiliki dampak besar terhadap keharmonisan organisasi. Oleh karena itu, anggota diharapkan lebih bijak dalam menyampaikan pendapat, serta mengedepankan introspeksi sebelum melontarkan pernyataan yang berpotensi menyinggung sesama.
Menurut Agus, selama masa kepemimpinannya tidak pernah ada niat untuk menjatuhkan pihak mana pun. Sebaliknya, ia berkomitmen menjadikan PW-FRN Banyuwangi sebagai rumah besar yang solid, profesional, dan mampu menaungi seluruh anggotanya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga komitmen dalam berorganisasi. Jika ada pihak yang merasa tidak mampu mempertahankan komitmen tersebut, maka evaluasi diri menjadi langkah bijak demi menjaga marwah organisasi.
“Organisasi ini harus menjadi tempat membangun, bukan merusak,” ujarnya.
PW-FRN Banyuwangi pun berharap seluruh anggota terus memperkuat komunikasi, menjaga persatuan, serta menyelesaikan setiap persoalan melalui musyawarah. Dengan semangat kebersamaan, organisasi diyakini akan tetap kokoh, profesional, dan semakin dipercaya masyarakat.
(Tim Redaksi)
