Warga Wangkal Kalipuro Keluhkan Jalan Rusak Parah, Saat Launching Media Lensapublik News

Banyuwangi, Actanews.id – Momentum peluncuran (launching) media online Lensapublik News.com  yang digelar di Desa Wangkal, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (18/01/2026), dimanfaatkan warga setempat untuk menyampaikan keluhan serius terkait kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah.

Acara tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat, insan pers, serta warga Desa Wangkal. Di sela-sela kegiatan, warga mengungkapkan bahwa kerusakan jalan telah berlangsung cukup lama dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Menurut warga, kondisi jalan yang berlubang dan rusak menyebabkan akses transportasi menjadi sulit. Diperparah dengan tidak adanya lampu penerangan jalan yang meningkatkan risiko kecelakaan, serta berdampak langsung pada akses pendidikan dan perekonomian masyarakat desa.
“Kami sangat berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini. Kondisinya sudah sangat parah dan benar-benar menghambat aktivitas kami sehari-hari,” ujar Ustadz Supriyadi, salah satu tokoh masyarakat Desa Wangkal.

Warga juga berharap kehadiran Lensapublik News dapat menjadi sarana penyambung aspirasi masyarakat kepada pemerintah, khususnya terkait persoalan infrastruktur yang hingga kini belum mendapatkan penanganan.
“Kami berharap Lensapublik News bisa menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah, agar keluhan kami dapat didengar dan segera ditindaklanjuti,” lanjutnya.

Menanggapi aspirasi warga, Joko Wiyono, perwakilan rekan media yang hadir dalam acara tersebut, menyatakan komitmennya untuk menyampaikan keluhan warga kepada pihak terkait di tingkat kabupaten.
“Kami akan segera meneruskan keluhan ini kepada pemerintah kabupaten dan berupaya mengawal agar perbaikan jalan dapat segera direalisasikan,” ujar Joko.

Sementara itu, Marwoto, perwakilan dari Lensapublik News, menegaskan komitmen medianya untuk terus menyuarakan isu-isu yang humanis dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Kami akan memberitakan persoalan ini secara berimbang dan objektif, serta mengawal proses perbaikan jalan rusak dan isu-isu masyarakat lainnya,” tegasnya. (Ugeng)