BANYUWANGI, Actanews.id – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, didampingi sejumlah pejabat struktural, melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap instalasi listrik di seluruh area Lapas Banyuwangi, Sabtu (30/8).
Langkah ini diambil untuk mencegah potensi bahaya akibat korsleting listrik yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Wayan menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar inspeksi rutin, melainkan upaya deteksi dini terhadap berbagai risiko yang mungkin terjadi.
“Korsleting listrik sering menjadi pemicu utama kebakaran yang bisa membahayakan keselamatan seluruh penghuni Lapas, baik petugas maupun warga binaan. Keamanan dan keselamatan adalah prioritas utama kami. Dengan memastikan instalasi listrik dalam kondisi prima, kami telah melakukan upaya pencegahan yang fundamental terhadap gangguan keamanan dan ketertiban,” ujarnya.
Pemeriksaan dilakukan secara komprehensif, mencakup kondisi kabel, jalur distribusi listrik, serta panel-panel listrik yang mengalir ke seluruh area, mulai dari kantor administrasi hingga blok hunian dan kamar warga binaan.
“Kami meneliti setiap titik untuk memastikan tidak ada kerusakan, keausan pada kabel, atau potensi beban lebih yang dapat memicu arus pendek listrik,” jelas Wayan.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa secara umum instalasi listrik Lapas Banyuwangi masih dalam kondisi baik dan layak operasi. Meski begitu, beberapa temuan minor, seperti panel listrik yang sudah tua, langsung ditindaklanjuti dengan peremajaan atau penggantian.
“Alhamdulillah, kondisi keseluruhan masih baik. Beberapa titik yang memerlukan perhatian khusus sudah kami catat dan akan segera diperbaiki. Tidak ada yang kami anggap remeh dalam hal ini,” tambahnya.

Dengan langkah preventif ini, Kalapas Banyuwangi berharap Lapas tetap berfungsi dalam kondisi aman, nyaman, dan kondusif, sejalan dengan komitmen lembaga untuk menjalankan fungsi pembinaan sekaligus menjamin keamanan dan keselamatan seluruh penghuni.
