BANYUWANGI, Actanews.id – Proses investigasi tenggelamnya kapal KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali mulai menemukan titik terang. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan bahwa 80 persen data penting telah berhasil dikumpulkan.
“Hingga saat ini, sekitar 80 persen data penting sudah kami kumpulkan,” kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono di Pelabuhan Ketapang, Senin (21/7/2025).
Temuan awal akan segera dilaporkan ke Komisi V DPR RI, namun KNKT belum mengungkap detailnya ke publik. Analisis teknis dan simulasi mendalam masih terus dilakukan untuk menyimpulkan penyebab utama kecelakaan.
KNKT juga menyoroti pentingnya prosedur pemuatan dan pengikatan muatan di atas kapal. Soerjanto menegaskan bahwa pelanggaran batas muatan harus ditindak tegas demi keselamatan pelayaran.
“Jika penutupan pelabuhan diperlukan, operasional bisa terdampak. Tapi keselamatan tetap prioritas,” ujarnya.
Untuk memperkuat investigasi, KNKT menggandeng akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya guna melakukan simulasi teknis.
KNKT berharap investigasi ini bisa mengungkap akar penyebab tragedi dan menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan pelayaran di Indonesia.
