Banyuwangi, Actanews.id – Erupsi Gunung Raung yang terjadi pada Selasa (23/12) pagi pukul 09.30 WIB tidak memengaruhi aktivitas penerbangan di Bandara Banyuwangi. General Manager Bandara Banyuwangi, Johan Seno Acton, memastikan bahwa operasional bandara tetap berjalan normal setelah dilakukan paper test untuk memantau sebaran material vulkanik.
“Paper test dilakukan sebagai standar prosedur apabila terjadi erupsi gunung berapi. Pengetesan dilakukan setiap jam, dan hasilnya hingga saat ini negatif,” jelas Johan dalam konferensi pers pada Selasa siang.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa abu vulkanik dari erupsi Gunung Raung tidak mencapai kawasan Bandara Banyuwangi, sehingga lalu lintas penerbangan tetap aman. Meski demikian, pihak bandara tetap siaga dan terus memantau perkembangan aktivitas gunung tersebut.
“Kami tetap mempersiapkan langkah mitigasi darurat apabila situasi memburuk. Semoga erupsi ini tidak berlangsung lama, terutama karena penerbangan sangat padat selama libur Natal dan Tahun Baru,” tambah Johan.
Gunung Raung Alami Erupsi Bertahap
Erupsi Gunung Raung tercatat terjadi pukul 09.30 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter di atas puncak atau sekitar 5.332 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu tebal condong ke arah timur, dengan amplitudo maksimum 32 mm dan durasi 4 menit 42 detik.
Tidak hanya itu, erupsi susulan juga terjadi tiga kali pada pukul 10.25, 10.31, dan 10.35 WIB. Namun, kolom abu tidak terlihat karena tertutup kabut. Aktivitas ini terekam di seismogram dengan amplitudo 13-23 mm dan durasi antara 1 menit 54 detik hingga 3 menit 25 detik.
Hingga kini, status Gunung Raung masih berada di level II (Waspada) yang telah ditetapkan sejak Desember 2023. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati radius 3 kilometer dari puncak gunung demi keselamatan.
Pemkab Siapkan Mitigasi Bencana
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memastikan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Forkopimda dan BPBD untuk menyiapkan langkah-langkah mitigasi. Termasuk pendataan, penyediaan masker, hingga persiapan lokasi pengungsian jika diperlukan.
“Semua pendaki sudah diturunkan dari gunung, dan BPBD terus memantau perkembangan. Kami juga telah menyiapkan masker untuk dibagikan ke warga jika debu vulkanik mulai mengarah ke Banyuwangi,” ujar Ipuk.
Ia berharap erupsi Gunung Raung tidak berlanjut dan dampaknya bisa diminimalkan. “Semoga skala erupsi menurun sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan normal,” tutup Ipuk.
