Banyuwangi, Actanews.id – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi, tengah melakukan pendataan pada hidran air di wilayah perkotaan di Kabupaten Banyuwangi. Langkah ini diambil untuk mempermudah akses air bagi tim pemadam kebakaran, mengingat perkembangan kota telah menyebabkan beberapa hidran tidak berfungsi maksimal atau tidak berada di tempat yang strategis lagi.
Kabid Pencegahan Damkarmat Banyuwangi, Agus Supriyanto, menyampaikan, timnya telah berhasil mengidentifikasi 23 titik hidran di pusat kota Banyuwangi selama beberapa hari terakhir. “Banyak hidran yang sudah tidak kompatibel dengan selang modern atau bahkan telah dicopot. Pendataan ini kami lakukan, yang hasilnya untuk mengfungsikan hidran secara optimal kembali,” ujarnya, Kamis (26/9/2024).


Hidran-hidran tersebut dimiliki oleh instansi pemerintah maupun pihak swasta. Setelah pendataan rampung, Damkarmat Banyuwangi akan berkoordinasi dengan pemilik hidran untuk memastikan fungsinya berjalan optimal.
Menurut Agus, beberapa hidran sudah berusia puluhan tahun, dan hasil identifikasi ini diharapkan dapat menjadi dasar pengajuan perbaikan atau penambahan fasilitas hidran.
Tidak hanya fokus pada hidran, Dinas Damkar juga terus berupaya aktif menyosialisasikan pencegahan kebakaran di 25 kecamatan dan ratusan desa di Banyuwangi. Salah satu fokus utama mereka adalah meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR), terutama di tempat umum. “Pak Sekda sudah mengeluarkan imbauan. Ini kami lanjutkan akan bersurat kepada Pemilik usaha atau bangunan yang wajib untuk memiliki alat pencegahan kebakaran termasuk hidran, terutama di area publik. Kami terus mengadakan inspeksi rutin untuk memastikan hal ini dijalankan,” tambah Agus.
Setelah kejadian kebakaran, Damkarmat Banyuwangi juga melakukan investigasi dan memberikan saran terkait kelengkapan alat proteksi kebakaran. Hal ini merujuk pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 26/PRT/M/2008, yang mengatur standar teknis sistem proteksi kebakaran. “Sayangnya, kami sering menemukan gedung baru yang berdiri tanpa hidran, padahal ini seharusnya sudah menjadi bagian dari perencanaan awal,” tegas Agus.
Dengan langkah-langkah ini, dinas Damkarmat Banyuwangi berharap dapat meminimalkan risiko kebakaran serta meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya proteksi kebakaran.
