Banyuwangiz Actanews.id – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H yang digelar di Perumahan Gedong Kertosari Residence (GKR), Sabtu (14/9/ 2024). Acara yang berlangsung di area Mushollah AR-Rahman ini dihadiri oleh warga setempat serta masyarakat sekitar, dengan menghadirkan Al-Ustadz H.Ibnul Mubarok sebagai penceramah.
Acara diawali dengan penampilan para santri TPQ AR-Rahman yang melantunkan ayat suci Al-Qur’an, menciptakan suasana yang penuh keagungan. Ketua Panitia, Rahmad Kurniawan, S.E., dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi kali ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. “Mari bersama memeriahkan malam ini dengan melantunkan sholawat Nabi, meningkatkan cinta kita kepada Rasulullah SAW,” ucap Rahmad.

Selama acara, warga juga disuguhi tausiyah dari Ketua RT 01 RW 03, Galuh, yang mengingatkan pentingnya meneladani sifat-sifat mulia Nabi Muhammad SAW. Ia juga menyelipkan pesan terkait vaksinasi sebagai upaya untuk menjaga kesehatan dan mengusir pandemi COVID-19 dari Banyuwangi.
Berbeda dari tahun sebelumnya, peringatan Maulid kali ini diramaikan dengan kegiatan kirab telur hias dan kirab sholawat yang diiringi grup hadrah TPQ AR-Rahman. Dua kereta odong-odong dan tiga mobil pick-up digunakan untuk mengangkut peserta kirab yang terdiri dari anak-anak hingga orang tua. Mereka berkeliling wilayah Kertosari dan Karangrejo, menyebarkan nuansa kebahagiaan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Acara yang dimulai sejak pukul 19.00 WIB ini mencapai puncaknya dengan tausiyah dari Al-Ustadz H.Ibnul Mubarok. Dalam ceramahnya, beliau menekankan tiga hal utama yang perlu diperhatikan oleh umat Islam. “Pertama, kuatkan anak-anak kita dengan Al-Qur’an, karena orang yang paling dekat dengan Nabi Muhammad SAW di hari kiamat adalah mereka yang paling banyak membaca sholawat,” ungkapnya. Ia juga menegaskan pentingnya mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Ustadz Ibnul Mubarok mengajak seluruh hadirin untuk memperbanyak membaca sholawat sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW. “Syafaat Nabi Muhammad hanya bisa kita dapatkan dengan mengikuti dan mengamalkan sunnah-sunnahnya. Sholawat adalah wujud nyata dari cinta kita kepada beliau,” tambahnya sambil melantunkan sholawat dengan nada merdu, diiringi oleh grup hadrah santri TPQ.
Ustadz Ibnul Mubarok juga menyoroti hilangnya beberapa sunnah yang dianggap sederhana, namun sangat penting, seperti sholawat. Ia mengajak para orang tua untuk menekankan pentingnya sholawat kepada anak-anak mereka agar mereka dapat meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW.
Acara yang berlangsung hingga pukul 22.00 WIB ini diakhiri dengan lantunan sholawat bersama, menciptakan suasana malam yang penuh dengan kedamaian dan keberkahan.
