Actanews.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi melalui Komisi IV mengadakan hearing dengan para aktivis senior yang tergabung dalam Pemerhati Pendidikan Anak Bangsa (PPAB), pada Kamis (1/8/2024).

Hearing yang bertempat di ruang khusus DPRD dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, Ruliyono, S.H., yang juga merupakan Ketua DPD Partai Golkar. Ia didampingi oleh Sekretaris Komisi IV, H. Khusnan Abadi.
Ketua PPAB, Mbah Munir, mengungkapkan kekecewaannya saat hearing dimulai karena Kepala Dinas Pendidikan Cabang Provinsi, Jaenuri, kembali tidak hadir.
“Ini berarti Jaenuri tidak menghormati undangan dari lembaga terhormat sekelas DPRD. Maka dengan itu, saya mohon maaf kepada pimpinan kami akan walk out dari hearing ini,” ujar Mbah Munir.
Menanggapi pernyataan Mbah Munir, Ruliyono, S.H., selaku pimpinan hearing juga merasa marah atas ketidakhadiran Jaenuri pada hearing hari ini. Menurutnya, hearing ini sangat penting karena menyangkut pendidikan dan nasib anak-anak bangsa. Hingga saat ini, belum ada solusi bagi 20.000 anak lulusan SMP yang hanya 5.000 di antaranya dapat melanjutkan ke SMA/SMK Negeri karena keterbatasan kuota.
“Dengan kejadian ini, kami akan segera membuat surat ke DPRD Provinsi untuk merekomendasikan agar Kepala Cabang Dinas Pendidikan Banyuwangi dipindahkan dari Kabupaten Banyuwangi,” pungkasnya.
(***)
